Home Opini Gelombang panas di Eropa meningkat: suhu mencapai rekor tertinggi, kematian meningkat, Inggris...

Gelombang panas di Eropa meningkat: suhu mencapai rekor tertinggi, kematian meningkat, Inggris memperluas peringatan, Prancis memutus pembangkit listrik tenaga nuklir

4
0


Gelombang panas dahsyat yang melanda Eropa barat mendorong suhu mencapai rekor tertinggi, mengganggu kehidupan sehari-hari, menghambat pasokan listrik, dan menyebabkan ratusan kematian. Pihak berwenang di Perancis, Inggris, Jerman, Spanyol dan Italia telah mengeluarkan peringatan karena jutaan orang mengalami suhu ekstrem yang jarang terjadi pada awal musim panas.

Rekor suhu memecahkan rekor tertinggi di bulan Juni

Beberapa negara melaporkan suhu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Paris mencatat rekor suhu tertinggi di bulan Juni sebesar 40,9 derajat Celcius, sementara Inggris untuk sementara mencatat rekor hari terpanas di bulan Juni dengan suhu 36,1 derajat Celcius di Hampshire. Prancis juga mengalami hari terpanas sejak pencatatan dimulai pada tahun 1947, dengan suhu rata-rata nasional sebesar 30°C.

Jerman diperkirakan akan mengalami suhu antara 35°C dan 41°C, meningkatkan kemungkinan terjadinya rekor suhu nasional baru.

Mengapa Eropa begitu panas?

Ahli meteorologi mengaitkan gelombang panas ini dengan fenomena cuaca “blok Omega”, yaitu sistem bertekanan tinggi yang memerangkap udara hangat di atas suatu wilayah untuk jangka waktu yang lama.

Fenomena tersebut mendorong suhu hingga 18°C ​​di atas normal di beberapa wilayah. Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim memperparah kejadian cuaca ekstrem ini, membuat gelombang panas semakin sering terjadi dan parah.

Kepala Perubahan Iklim PBB Simon Stiell menyalahkan emisi bahan bakar fosil sebagai penyebab memburuknya panas ekstrem, dan memperingatkan bahwa suhu akan terus meningkat kecuali emisi global dikurangi.

Jumlah korban tewas meningkat di Eropa

Kondisi cuaca ekstrem telah dikaitkan dengan peningkatan kematian.

Sistem pemantauan kematian Spanyol memperkirakan gelombang panas mungkin berkontribusi terhadap 212 kematian antara Minggu dan Rabu.

Di Perancis, pemerintah setempat melaporkan beberapa kemungkinan kematian akibat cuaca panas, sementara pemerintah Paris memperingatkan akan meningkatnya angka kematian dan meningkatnya tekanan pada layanan darurat.

Italia telah melaporkan setidaknya lima kematian terkait cuaca panas, sementara pihak berwenang telah memperingatkan bahwa hingga 1,5 juta pekerja di luar ruangan dapat menghadapi risiko kesehatan dalam beberapa hari mendatang.

Anak-anak termasuk di antara korbannya

Gelombang panas terbukti sangat berbahaya bagi anak-anak.

Seorang anak laki-laki berusia tiga tahun meninggal setelah terjebak di dalam mobil keluarga di dekat Paris dalam cuaca panas yang ekstrem, tragedi ketiga yang terjadi di Prancis dalam seminggu. Dua anak lainnya, berusia dua dan empat tahun, ditemukan tewas di dalam kendaraan awal pekan ini.

Pihak berwenang mendesak orang tua dan pengasuh untuk tetap waspada karena suhu masih sangat tinggi.

Produksi listrik dipengaruhi oleh kenaikan suhu

Gelombang panas juga mempengaruhi infrastruktur energi.

Perusahaan Perancis EDF untuk sementara waktu menutup dua reaktor nuklir dan mengurangi produksi di reaktor lain karena suhu sungai yang digunakan untuk pendinginan telah melampaui batas lingkungan. Energi nuklir mewakili hampir 70% produksi listrik Perancis.

Sekolah dan layanan umum terganggu

Suhu panas menyebabkan penutupan dan gangguan yang meluas.

Prancis menetapkan 13.500 sekolah dalam jadwal khusus atau menutup seluruhnya, sementara lebih dari 1.000 sekolah di Inggris ditutup sebagian atau seluruhnya ketika suhu ruang kelas melebihi 40C.

Pihak berwenang Perancis juga mengaktifkan mobilisasi layanan kesehatan tingkat tertinggi, yang memungkinkan rumah sakit menunda prosedur yang tidak mendesak untuk fokus pada kasus-kasus terkait panas.

Jutaan orang berada dalam status siaga panas

Setidaknya 101 juta orang di Eropa diperkirakan menghadapi suhu di atas 35°C, termasuk sekitar 50 juta orang di Perancis dan 18 juta orang di Jerman.

Kantor Meteorologi Inggris telah memperpanjang peringatan panas merah yang jarang terjadi selama tiga hari berturut-turut, memperingatkan akan adanya gangguan signifikan terhadap kehidupan sehari-hari.

Bisakah ini menyaingi gelombang panas mematikan pada tahun 2003?

Para peramal cuaca memperingatkan bahwa gelombang panas yang terjadi saat ini bisa menyaingi gelombang panas yang menghancurkan Eropa pada tahun 2003, yang menewaskan hampir 15.000 orang di Perancis saja.

Meskipun suhu diperkirakan akan menurun secara bertahap di beberapa wilayah, pihak berwenang tetap khawatir mengenai dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, infrastruktur, dan populasi rentan karena gelombang panas terus berlanjut di sebagian besar benua ini.