Home Opini Iklan kondom saat pertandingan T20 India-Inggris memicu perdebatan: Pemenang Piala Dunia mengatakan:...

Iklan kondom saat pertandingan T20 India-Inggris memicu perdebatan: Pemenang Piala Dunia mengatakan: ‘Anak-anak menonton’

4
0


Iklan kondom saat pertandingan India v Inggris T20 di Old Trafford telah memicu perdebatan signifikan secara online. Mantan pemain kriket Kirti Azad memposting tentang ini.

Postingannya, yang ditujukan untuk BCCI, menjadi viral dan dengan cepat ditonton lebih dari 2,71 lakh. Dia mempertanyakan apakah iklan dewasa pantas untuk ditonton bersama keluarga.

“Anak-anak menonton langsung pertandingan internasional T20 antara India dan Inggris yang dimainkan di Old Trafford. Sayang sekali iklan Durex dewasa muncul di layar. BCCI harus perhatikan,” tulis Kirti Azad.

Postingan pemenang Piala Dunia itu menarik lebih dari 600 komentar, lebih dari 350 repost, dan total 2.200 suka. Perdebatan yang terjadi mencerminkan perpecahan yang mendalam dalam opini publik.

Baca juga | Kirti Azad memuji Gambhir atas pertikaian kuil: ‘Ini adalah negara demokratis’

Beberapa pengguna setuju dengan kekhawatiran Azad tentang waktu iklan tersebut. Seorang pengguna menyebut situasi tersebut “menjijikkan” bagi penonton keluarga yang menonton bersama.

“Menjijikkan melihat iklan seperti itu ketika seluruh keluarga sedang menonton pertandingan, duduk bersama… Persetan, Durex,” tulis pengguna tersebut.

Pengguna lain hanya setuju dan menambahkan bahwa iklan tersebut dibuat dengan buruk. Beberapa responden mengkritik BCCI karena mengizinkan iklan semacam itu selama siaran kriket.

Namun, sebagian besar tanggapan menentang keras posisi Azad. Banyak pengguna mengatakan iklan kondom mempunyai tujuan penting bagi kesehatan masyarakat.

Seorang pengguna menunjukkan bahwa kondom sudah termasuk dalam silabus NCERT Kelas 10. Mereka berpendapat bahwa remaja yang telah mencapai pubertas harus disadarkan akan kontrasepsi. Pengguna lain secara blak-blakan menyebut keluhan Azad sebagai “masalah dasar pendidikan seks”, dan bukan masalah moral.

Baca juga | Mahua Moitra dan Kirti Azad Ingin Ikut ‘Cockroach Janta Party’, Mendapat Respon Cerdas

Salah satu pengguna menyatakan bahwa sikap India yang luas terhadap topik-topik ini berkontribusi pada buruknya pendidikan seks. Komentar mereka, yang mencapai 1.400 kali penayangan, mengklaim bahwa menganggap seks sebagai hal yang tabu adalah masalah sebenarnya.

“Karena mentalitas Anda, yang merupakan mentalitas mayoritas orang India… India kurang pendidikan seks, dan seks adalah hal yang tabu di dunia modern saat ini,” tulis pengguna tersebut.

Beberapa tanggapan ditujukan langsung pada kredibilitas politik Azad. Kirti Azad, yang merupakan bagian dari tim India pada Piala Dunia 1983, adalah anggota parlemen TMC yang baru-baru ini menyatakan solidaritasnya dengan Mamata Banerjee.

Seorang pengguna internet dengan jelas merujuk pada perilakunya saat debat parlemen di televisi. Mereka membandingkan iklan Durex dengan Azad yang diduga difilmkan vaping di televisi nasional. Pengguna lain mempertanyakan kemampuannya untuk menyampaikan kekhawatiran tentang moralitas publik, mengingat perilakunya sendiri.

Pengguna lain menuduh Azad menonton pertandingan hanya untuk menemukan hal-hal yang perlu dikritik.

“Anda tidak ingin menonton pertandingannya. Anda duduk di depan televisi dengan satu niat: ‘Apa yang bisa saya tulis untuk mengkritik BCCI?’ Kondom adalah bagian dari kurikulum sekolah anak. Yang harus dihindari anak-anak adalah kontak apa pun dengan Anda dan pikiran negatif Anda, Tuan Anggur Sour,”komentar pengguna tersebut.

Iklan saat pertandingan kriket: tanggung jawab BCCI?

BCCI secara tidak langsung mengontrol iklan selama siaran kriket melalui perjanjian hak medianya. Lembaga penyiaran resmi seperti Viacom18 dan Disney Star harus mematuhi batasan dasar BCCI. Namun, lembaga penyiaran tetap mempunyai otonomi komersial yang signifikan di luar batas-batas tertentu.

Larangan kontrak BCCI didefinisikan dengan jelas. Klausul 8.6(B) secara eksplisit melarang iklan politik atau agama selama siaran pertandingan langsung.

Baca juga | ‘Kondom protein’ Gaurav Taneja membuat internet tak percaya

Iklan partai politik sebelumnya ditarik selama musim IPL berdasarkan aturan ini. BCCI juga mengatur secara ketat pemasaran berbahaya dengan bersaing dengan merek-merek yang bersaing dengan sponsor papan atas.

Instansi pemerintah juga dapat melakukan intervensi langsung melalui BCCI. Kementerian Informasi dan Penyiaran mengeluarkan pedoman mengenai aplikasi taruhan ilegal dan iklan pengganti tembakau.

BCCI kemudian meneruskan pembatasan ini ke platform streaming. Selain larangan langsung, lembaga penyiaran secara independen mengontrol keputusan bisnis sehari-hari.