Xavi mengatakan dia tertarik untuk pindah ke manajemen internasional, dua tahun setelah meninggalkan Barcelona.
Xavi menghabiskan kurang dari tiga musim di Barcelona sebelum dipecat pada Mei 2024, setelah kekalahan beruntun dan musim tanpa trofi.
Mantan gelandang itu memimpin tim meraih gelar La Liga pada 2022-23, juga memenangkan Piala Super Spanyol, tetapi menganggur sejak meninggalkan Camp Nou.
Xavi, pemenang Piala Dunia bersama Spanyol sebagai pemain, juga pernah melatih tim Qatar Al-Sadd, memenangkan tujuh trofi, namun ia yakin peran tim nasional akan lebih cocok dengan situasinya saat ini dibandingkan peran klub lainnya.
“Langkah saya selanjutnya bisa menjadi tim nasional. Saya mengatakannya secara terbuka: ini bisa menjadi solusi yang baik bagi saya,” ujarnya kepada RNE.
Sebelas pemain Spanyol yang tampil maksimal di #FIFAWorldCup 2010 pic.twitter.com/AqXUVhZFZr
– Piala Dunia FIFA (@FIFAWorldCup) 17 Juli 2026
“Saya punya keluarga. Klub tidak akan memberi saya banyak waktu bersama keluarga; saya punya anak kecil.
“Saya tidak sabar untuk berpartisipasi sebagai pelatih di Piala Dunia, Euro, CAN, atau Piala Asia.”
Xavi mengelola 143 pertandingan untuk Barcelona, menang 90 di antaranya (24 seri, 29 kalah), pulang dengan tingkat kemenangan 62,9%.






















