Home Opini Hampir separuh pemilih MAGA Trump mendukung pemerintah Israel di tengah perpecahan di...

Hampir separuh pemilih MAGA Trump mendukung pemerintah Israel di tengah perpecahan di Partai Republik; 41% percaya kampanye di Gaza dapat dibenarkan (survei)

2
0


Partai Republik mulai melihat perpecahan yang mendalam mengenai dukungannya terhadap Israel, bahkan ketika pendukung paling setia Presiden Donald Trump terus mendukung sekutu dekat AS tersebut.

Kebijakan melaporkan pada hari Sabtu (waktu setempat) bahwa jajak pendapat baru menemukan bahwa pemilih Trump Make America Great Again (MAGA) jauh lebih mendukung pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan hubungannya dengan Washington dibandingkan mereka yang tidak mengidentifikasi diri sebagai MAGA tetapi masih memilih Trump.

Setengah dari Pemilih MAGA Trump Mendukung Israel (Jajak Pendapat)

Menurut survei tersebut, hampir separuh pemilih Trump yang mendukung MAGA mendukung Israel dan menyetujui tindakan pemerintah saat ini, dibandingkan dengan hanya 29 persen pemilih Trump yang tidak mendukung MAGA. Jajak pendapat tersebut juga menemukan bahwa 41 persen pemilih MAGA percaya bahwa kampanye militer Israel di Gaza dapat dibenarkan, dibandingkan dengan 31 persen pemilih non-MAGA. Sementara itu, 24 persen pemilih MAGA mengatakan tindakan Israel pada awalnya dibenarkan, namun kemudian bertindak terlalu jauh, dibandingkan dengan 31 persen pemilih non-MAGA.

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa pemilih MAGA cukup mendukung Israel dan lebih cenderung terus mendukung sekutu lama AS tersebut meskipun ada perpecahan di dalam Partai Republik. Perpecahan ini dapat berdampak besar terhadap masa depan aliansi AS-Israel dan upaya Partai Republik untuk mempertahankan koalisi yang membantu membawa Trump kembali ke Gedung Putih menuju siklus pemilu paruh waktu yang sulit.

Partai Demokrat menyalahkan pemerintahan Biden atas pendekatan Gaza

Politik di Timur Tengah telah berubah dengan cepat dalam beberapa tahun terakhir, dengan Partai Demokrat terpecah belah karena mendukung Israel. Beberapa anggota Partai Demokrat juga menyalahkan cara pemerintahan mantan Presiden Joe Biden dalam menangani konflik Gaza berkontribusi terhadap hilangnya kursi Gedung Putih pada tahun 2024.

Setidaknya 35 persen pemilih yang mendukung mantan Wakil Presiden Kamala Harris percaya bahwa tindakan Israel pada awalnya dapat dibenarkan di Gaza, namun kini tindakan tersebut telah bertindak terlalu jauh. Hanya 10 persen pemilih Harris percaya bahwa Israel secara konsisten benar dalam melakukan perang di Gaza. Sementara itu, 27 persen menyatakan kampanye militer Israel tidak pernah dibenarkan, sementara 28 persen menyatakan tidak yakin.

Angka-angka ini menyoroti penurunan tajam dukungan Partai Demokrat terhadap kampanye militer yang sebelumnya mendapat dukungan kuat dari pemerintahan Biden.

Partai Republik bersatu dalam mendukung Israel

Survei tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar anggota Partai Republik bersatu dalam mendukung Israel segera setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Namun, dengan latar belakang konflik antara Amerika Serikat dan Iran dan meningkatnya kegelisahan atas intervensi kebijakan luar negeri Trump, posisi Washington kini tampak kurang stabil di kalangan sayap non-MAGA dari Partai Republik dan kaum muda konservatif.

Apakah pemerintah Israel mempunyai pengaruh yang terlalu besar terhadap kebijakan luar negeri Amerika?

Survei yang dilakukan oleh Public First menemukan bahwa pemilih Trump non-MAGA memiliki kemungkinan 10 poin lebih besar untuk percaya bahwa pemerintah Israel mempunyai pengaruh yang terlalu besar terhadap kebijakan luar negeri AS dibandingkan pemilih MAGA.

Tokoh-tokoh Partai Republik seperti Tucker Carlson, mantan anggota DPR Georgia Marjorie Taylor Greene dan Steve Bannon mengkritik hubungan dekat Washington dengan Israel, terutama ketika ketegangan dengan Iran meningkat. Sementara itu, sebagian besar anggota Kongres dari Partai Republik, serta komentator konservatif seperti Laura Loomer dan Ben Shapiro, tetap pro-Israel dan mendukung tindakan presiden tersebut.

Trump menghabiskan lebih banyak waktu untuk isu-isu internasional

Meskipun para pemilih MAGA Trump tampak lebih mendukung agenda kebijakan luar negeri presiden AS, setidaknya 29% pemilih Trump pada tahun 2024 mengatakan bahwa ia terlalu fokus pada urusan internasional dan mengorbankan masalah dalam negeri. Hanya 19% pemilih MAGA Trump yang mengatakan presiden menghabiskan terlalu banyak waktu untuk urusan dunia. Di antara pemilih Trump non-MAGA, angka tersebut meningkat menjadi 40 persen.

Namun, masih harus dilihat apakah dukungan Trump terhadap pemerintah Israel akan semakin mengasingkan Partai Republik.