Halo, para pembaca Middle East Eye,
Konflik tersebut meluas dalam semalam setelah pasukan AS menyerang sasaran di pulau Qeshm di Iran, yang memicu pembalasan Iran terhadap situs militer yang terkait dengan AS di Teluk.
Meskipun terjadi peningkatan, Washington dan Teheran mengindikasikan bahwa kontak diplomatik terus berlanjut, sementara pembicaraan antara Lebanon dan Israel, yang didukung oleh Amerika Serikat, terus mengalami kemajuan.
Berikut perkembangan terkini:
-
Komando Pusat AS mengatakan pihaknya melakukan serangan “pertahanan diri” di pulau Qeshm Iran, menargetkan radar dan infrastruktur komunikasi.
-
Garda Revolusi Iran mengatakan mereka merespons dengan serangan rudal dan drone terhadap sasaran militer AS di wilayah tersebut, dan menyebut operasi tersebut sebagai peringatan bagi Washington.
-
Kuwait mengklaim drone dan rudal memasuki wilayah udaranya, dan pertahanan udaranya mencegat ancaman yang masuk; ada laporan kerusakan di terminal penumpang bandara.
-
Bahrain telah mengaktifkan sirene peringatan di tengah laporan ancaman udara, sementara pasukan AS dan Bahrain mengatakan rudal yang masuk telah dicegat.
-
Centcom mengatakan serangan rudal dan drone Iran gagal mencapai sasarannya dan tidak menimbulkan kerusakan berarti.
-
Trump menolak anggapan bahwa negosiasi telah terhenti, dan mengatakan bahwa kontak dengan Teheran terus berlanjut tanpa gangguan.
-
Para pejabat AS mengatakan perundingan antara Lebanon dan Israel bergerak menuju kesepakatan yang lebih luas yang bertujuan memulihkan stabilitas di sepanjang perbatasan.
-
Serangan Israel di Lebanon menewaskan sedikitnya tujuh orang, termasuk seorang pekerja penyelamat, ketika pertempuran lintas batas terus berlanjut.
-
Minyak mentah Brent mendekati $100 per barel karena investor mempertimbangkan risiko eskalasi lebih lanjut di Teluk dan wilayah yang lebih luas.






















