Home Olahraga Aryna Sabalenka pingsan di Roland Garros dan mengaku ingin berhenti bermain tenis

Aryna Sabalenka pingsan di Roland Garros dan mengaku ingin berhenti bermain tenis

4
0


Aryna Sabalenka tersingkir secara mengejutkan di perempat final Prancis Terbuka setelah kalah dari unggulan ke-25 Diana Shnaider dalam pertarungan tiga set yang dramatis di Prancis Terbuka.

Bintang Belarusia, yang memasuki turnamen sebagai salah satu favorit perebutan gelar, dikalahkan 3-6, 7-5, 6-0 oleh pemain muda Rusia itu setelah kalah telak pada set penentuan.

Rasa frustrasi Sabalenka memuncak selama pertandingan ketika kamera menangkap pertukaran emosional antara pemain dan staf pelatihnya.

Berdasarkan pemberitaan Tribuna.com, Sabalenka beberapa kali mengungkapkan kemarahannya selama pertandingan, membanting raketnya ke tanah liat, dan meneriaki dirinya sendiri di saat-saat sulit pertandingan.

Pada satu titik, pelatihnya Anton Dubov dikabarkan berteriak:

“Baiklah, persetan. Lepaskan, persetan, lepaskan.”

Sabalenka sendiri juga terdengar berteriak:

“Bagaimana kabarmu membosankan sekali, Aryna!”

Usai kekalahan tersebut, pemain peringkat 1 dunia itu mengaku mengalami penderitaan mental pasca kekalahan menyakitkan tersebut.

“Saya berada dalam lubang yang dalam secara mental saat ini,” kata Sabalenka dalam konferensi pers pasca pertandingan.

“Untuk saat ini saya hanya ingin berhenti bermain tenis. Namun mungkin dalam beberapa hari saya akan merasakan hal yang berbeda.”

Kekalahan tersebut menandai salah satu kekecewaan terbesar di turnamen putri sejauh ini dan mengakhiri harapan Sabalenka untuk memenangkan gelar Prancis Terbuka pertamanya musim ini.

Pemain Rusia mendominasi semifinal putri

Berkat kemenangan Shnaider, dua pemain Rusia kini melaju ke semifinal Roland-Garros.

Sensasi remaja Mirra Andreeva juga memastikan tempatnya di empat besar setelah mengalahkan Sorana Cirstea dengan straight set.

Komposisi semifinal kini telah dikonfirmasi:

Semifinal Roland-Garros putri

  • Diana Shnaider vs.Maja Chwalinska
  • Mirra Andreeva vs.Marta Kostyuk

Shnaider melaju setelah mengalahkan Sabalenka 3-6, 7-5, 6-0, sementara Maja Chwalińska dari Polandia kembali mengalahkan Anna Kalinskaya.

Marta Kostyuk dari Ukraina juga melaju setelah mengalahkan Elina Svitolina dalam tiga set.

Perjuangan emosional Sabalenka terus berlanjut

Meskipun ia tetap menjadi salah satu pemain paling dominan dalam tur selama dua musim terakhir, Sabalenka terkadang berbicara secara terbuka tentang tekanan mental yang muncul saat berkompetisi di level tertinggi.

Komentar terbarunya kemungkinan besar akan menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar menjelang sisa musim tenis, terutama dengan Wimbledon yang tinggal beberapa minggu lagi.

Namun untuk saat ini, Roland Garros termasuk dalam generasi penantang baru, dan salah satu favorit turnamen ini pulang lebih awal dari perkiraan.