Henry Onyekuru dan Oghenekaro Etebo menghadapi masa depan yang tidak pasti di Gençlerbirliği meskipun klub tersebut berhasil lolos secara spektakuler dari degradasi ke Süper Lig Turki.
Gençlerbirliği memastikan kelangsungan hidup mereka di hari terakhir musim ini setelah mengalahkan Trabzonspor 3-0 saat tandang.
Saat klub merayakan ketertinggalannya di divisi teratas, kedua pemain Nigeria mengalami musim yang sulit karena alasan yang berbeda.
Onyekuru berjuang sepanjang musim setelah bergabung dengan klub dengan status bebas transfer setelah bertugas di Arab Saudi. Mantan pemain sayap Super Eagles itu gagal mencetak gol atau memberikan assist dalam 17 pertandingan liga.
Pemain berusia 28 tahun itu hanya bermain 301 menit sepanjang musim dan hanya menjadi starter dalam tiga pertandingan. Sebagian besar penampilannya datang dari bangku cadangan, karena ia tidak dimasukkan dalam skuad untuk kemenangan penting di hari terakhir melawan Trabzonspor.
Meskipun ia memiliki kontrak hingga tahun 2027, laporan menunjukkan bahwa Gençlerbirliği dapat mengizinkan Onyekuru pergi musim panas ini melalui pengurangan biaya transfer atau pemutusan kontrak bersama.
Etebo juga mengalami musim yang membuat frustasi setelah mengalami cedera tendon Achilles saat latihan. Cedera tersebut membuat sang gelandang absen hampir sepanjang musim.
Mantan pemain Watford dan Stoke City ini hanya tampil satu kali untuk klub musim ini, hanya bermain selama 42 menit.
Meski demikian, Gençlerbirliği tetap menjunjung tinggi Etebo karena peran pentingnya membantu klub meraih promosi musim lalu.
Gelandang asal Nigeria tersebut kini telah kembali menjalani latihan ringan dan diperkirakan akan pulih sepenuhnya sebelum dimulainya musim depan. Klub akan menilai kebugarannya selama pramusim sebelum membuat keputusan akhir tentang masa depannya.
Kedua bintang Nigeria tersebut kini berharap musim depan bisa berjalan lebih baik seiring upaya mereka membangun kembali karier mereka.






















