Chelsea dilaporkan membuat kemajuan dalam diskusi mereka dengan Xabi Alonso, meskipun pemain Prancis itu berusaha mengklarifikasi perannya dan visi jangka panjang klub sebelum berkomitmen pada peran sebagai pelatih kepala.
Alonso tetap berhati-hati setelah menjalani masa sulit di Real Madrid, di mana masa jabatannya berakhir hanya tujuh bulan dari kontrak awalnya yang berdurasi tiga tahun. Meskipun mengalami kemunduran, ia muncul sebagai kandidat utama untuk menggantikan Liam Rosenior, yang dipecat bulan lalu setelah hanya 106 hari menjabat. Laporan menunjukkan bahwa anggota skuad Chelsea terbuka terhadap penunjukan Alonso, yang dapat memudahkan potensi peralihannya ke peran tersebut.
Klub sedang mengerjakan daftar pendek setidaknya lima nama. Kandidat yang dipertimbangkan termasuk manajer Bournemouth Andoni Iraola, yang telah mengonfirmasi akan meninggalkan perannya saat ini di akhir musim, dan pemain Fulham Marco Silva. Keduanya sudah melakukan diskusi dengan perwakilan Chelsea, namun pembicaraan dengan Alonso tampaknya mendapatkan momentum paling besar. Reputasinya, yang dibentuk oleh karir bermainnya yang cemerlang dan awal yang menjanjikan sebagai seorang manajer, menjadikannya pilihan yang sangat menarik.
Sekarang berusia 44 tahun, Alonso telah menikmati kesuksesan yang signifikan di lapangan, memenangkan penghargaan besar termasuk Liga Champions bersama Liverpool, serta gelar liga domestik selama bermain di Real Madrid dan Bayern Munich. Karier kepelatihannya juga dimulai dengan mengesankan. Pada tahun 2024, ia memimpin Bayer Leverkusen meraih kemenangan bersejarah di Bundesliga, tetap tak terkalahkan sepanjang musim liga, sekaligus membimbing tim ke final Liga Europa.
Dia kemudian menggantikan Carlo Ancelotti di Real Madrid, namun masa tinggalnya di sana tidak bertahan lama. Hubungan yang tegang dengan aktor-aktor berpengaruh akan berkontribusi pada kepergiannya.
Sematkan dari Getty Images
Berkaca pada situasi tersebut, presiden Real Florentino Pérez membela keputusan untuk menunjuk Alonso, dengan menyebutkan keadaan sulit. Dalam wawancara dengan La Sexta, Pérez menyoroti tidak adanya pramusim yang sebenarnya karena komitmen seperti Piala Dunia Antarklub, yang mengganggu persiapan fisik tim. Jadwal yang padat, ditambah dengan 28 cedera sepanjang musim, merusak konsistensi. Meskipun upaya telah dilakukan untuk menyelesaikan masalah melalui transfer, perbaikan apa pun hanya bersifat sementara dan hasilnya segera menurun lagi.
Meyakinkan Alonso untuk bergabung dengan Chelsea – yang saat ini duduk di peringkat kesembilan Liga Premier dan berisiko kehilangan kualifikasi Liga Champions – dipandang secara internal sebagai hambatan besar. Namun, pembicaraan awal dengan pria Spanyol dan perwakilannya dilaporkan cukup menggembirakan, menunjukkan bahwa kesepakatan bisa dicapai.
Alonso tetap menjadi sosok yang dihormati di Liverpool, di mana ia menghabiskan lima tahun sebagai pemain antara tahun 2004 dan 2009, memenangkan Liga Champions dan Piala FA. Manajer Liverpool saat ini, Arne Slot, berada di bawah pengawasan karena penurunan performanya, meskipun klub diharapkan, setidaknya untuk saat ini, untuk terus mendukungnya.
Sementara itu, Chelsea sedang menjalani musim yang penuh peristiwa. Mereka berpisah dengan Enzo Maresca pada Hari Tahun Baru menyusul putusnya hubungan dengan manajemen klub. Penggantinya, Rosenior, berjuang untuk membangun otoritasnya dalam tim dan akhirnya dipecat pada 22 April setelah kekalahan telak 3-0 dari Brighton & Hove Albion.
Meski mengalami ketidakstabilan, Chelsea tetap berhasil mencapai final Piala FA, di mana mereka akan menghadapi Manchester City di Wembley pada Sabtu. Pelatih kepala sementara Calum McFarlane akan memimpin pertandingan tersebut. Dia mengonfirmasi bahwa pemain sayap Alejandro Garnacho dan Pedro Neto telah kembali berlatih setelah masalah cedera baru-baru ini, sementara kiper Robert Sanchez juga kembali beraksi setelah absen saat bermain imbang 1-1 dengan Liverpool.
Apakah Xabi Alonso masih bisa menangani Liverpool di masa depan?
Jika Alonso mengambil alih Chelsea, hal itu tidak serta merta menutup pintu baginya untuk menjadi manajer Liverpool suatu hari nanti, namun hal itu akan mempersulit perjalanannya.
Hubungan emosional yang kuat antara Liverpool dan Alonso, yang dibangun selama masa-masa suksesnya sebagai pemain, menjadikannya sosok yang cocok di mata para pendukung. Namun, kepindahan ke Chelsea, salah satu rival langsung Liverpool di kompetisi domestik, pasti akan mengubah persepsi terhadap dirinya. Sejarah menunjukkan bahwa perjalanan manajerial antar klub-klub besar Premier League jarang terjadi, terutama jika melibatkan hubungan emosional.
Sematkan dari Getty Images
Meski begitu, sepak bola modern semakin pragmatis. Jika Alonso sukses di Chelsea, membuktikan dirinya di Premier League dan membangun reputasi jangka panjang sebagai manajer elit, Liverpool masih bisa mempertimbangkannya di masa depan, terutama jika situasinya memungkinkan, seperti lowongan di Anfield dan performa terbaiknya yang berkelanjutan.
Banyak hal bergantung pada waktu. Jika Liverpool tetap stabil di bawah Arne Slot atau penggantinya selama beberapa tahun, lintasan karier Alonso bisa membawanya ke tempat lain. Sebaliknya, jika waktunya di Chelsea relatif singkat atau bersifat transisi, narasi seputar kembalinya dia ke Liverpool bisa tetap utuh.
Singkatnya, menerima pekerjaan di Chelsea tidak sepenuhnya mengesampingkan masa depan di Liverpool, namun hal itu akan membuat perjalanan menjadi lebih kompleks, baik secara profesional maupun emosional.











