Home Olahraga Cristiano Ronaldo dan Kylian Mbappe waspada saat ketakutan cedera PSG membuat Portugal...

Cristiano Ronaldo dan Kylian Mbappe waspada saat ketakutan cedera PSG membuat Portugal dan Prancis berkeringat menjelang Piala Dunia 2026: bagaimana kondisi Vitinha dan Ousmane Dembele?

1
0



ITU Liga Champions UEFA Final menghadirkan drama, ketegangan, dan kekhawatiran yang setara saat Paris Saint-Germain mengalahkan Arsenal melalui adu penalti untuk mempertahankan mahkota Eropa. Vitinha Dan Ousmane Dembele termasuk di antara tokoh-tokoh sentralnya, namun final Liga Champions juga menimbulkan kekhawatiran yang jauh melampaui sepak bola klub. Jadi, untuk Portugalnya Cristiano Ronaldo Dan Prancis Kylian Mbappé, bentrokan itu memicu emosi campur aduk.

PSG akhirnya merayakan gelar Liga Champions kedua berturut-turut setelah mengalahkan Arsenal dalam laga menegangkan yang berakhir 1-1 setelah perpanjangan waktu. Namun di tengah perayaan tersebut, perhatian dengan cepat beralih ke kebugaran Vitinha dan Dembele setelah kedua pemain tersebut dikeluarkan dari lapangan sebelum peluit akhir berbunyi.

Final dimulai dengan sempurna untuk Arsenal ketika Kai Havertz mencetak gol pada menit keenam untuk memberi tim asuhan Mikel Arteta keunggulan awal. The Gunners kemudian menampilkan penampilan pertahanan yang disiplin yang membuat PSG frustrasi hampir sepanjang satu jam pertama. Pasukan Luis Enrique mendominasi penguasaan bola namun kesulitan menciptakan peluang bersih melawan salah satu unit pertahanan terkuat di Eropa.

Arsenal bertahan hingga momen penentu tiba di pertengahan babak kedua. Khvicha Kvaratskhelia mendapat hadiah penalti setelah dijatuhkan di dalam kotak penalti, sehingga memungkinkan Ousmane Dembele menyamakan kedudukan melalui titik penalti pada menit ke-65. Striker Prancis itu dengan tenang melakukan konversi untuk membawa PSG kembali ke kompetisi dan menyiapkan final yang menegangkan.

Tidak ada tim yang dapat menemukan pemenang selama waktu regulasi atau perpanjangan waktu. Pertandingan akhirnya berlanjut ke adu penalti, di mana PSG mempertahankan keberaniannya untuk meraih gelar Liga Champions kedua berturut-turut dan menjadi klub pertama sejak Real Madrid yang berhasil mempertahankan trofi tersebut.

Kekhawatiran cedera muncul saat perpanjangan waktu

Meski ada perayaan, kekhawatiran dengan cepat menyebar di kalangan pendukung Portugal dan Prancis. Dembele menjadi pemain pertama yang memberikan peringatan setelah meminta pergantian pemain tak lama setelah waktu normal berakhir. Pemegang gelar Ballon d’Or itu tampak tidak nyaman dan kesulitan secara fisik sebelum akhirnya meninggalkan lapangan.

Vitinha dan Ousmane Dembele dari Paris Saint-Germain

Kekhawatiran awal adalah kemungkinan cedera otot, terutama mengingat waktunya yang begitu dekat dengan Piala Dunia. Laporan menyebutkan ada kekhawatiran mengenai potensi masalah pada bagian belakang pahanya, cedera yang bisa membuatnya absen selama beberapa minggu.

Vitinha kemudian mengikutinya keluar lapangan selama perpanjangan waktu. Gelandang asal Portugal itu tampaknya mengalami masalah kaki dan tidak dapat melanjutkan pertandingan, sehingga memaksa Luis Enrique melakukan pergantian lagi di menit-menit akhir. Dengan Piala Dunia yang tinggal beberapa minggu lagi, kedua insiden tersebut langsung menjadi bahan pembicaraan utama bagi Portugal dan Prancis.

Bagaimana keadaan Ousmane Dembele?

Untungnya bagi Perancis, situasi di sekitar Dembele tampaknya tidak seserius yang dikhawatirkan sebelumnya. Menurut laporan dari TimDembele memberi tahu staf PSG setelah meninggalkan lapangan bahwa dia menderita kram, bukan cedera otot. Striker PSG itu tidak mampu melanjutkan permainannya pada menit ke-93 dan digantikan oleh Goncalo Ramos. Namun, kemampuannya untuk meninggalkan lapangan di bawah kekuatannya sendiri merupakan sebuah penyemangat.

Perkembangan ini akan menjadi kabar baik bagi Didier Deschamps dan tim Prancis. Dembele tetap menjadi salah satu pemain menyerang paling berpengaruh di negaranya dan diperkirakan akan memainkan peran sentral dalam kampanye Piala Dunia Prancis. Prancis membuka turnamennya melawan Senegal pada 16 Juni dan juga akan menghadapi Irak dan Norwegia di babak penyisihan grup.

Ousmane Dembele dari Paris Saint-Germain berjabat tangan dengan Goncalo Ramos saat dia meninggalkan lapangan

Apa keputusan Vitinha?

Kabar mengenai Vitinha nampaknya semakin menggembirakan. Meskipun dia tertatih-tatih saat perpanjangan waktu, Gelandang Portugal itu tidak mengalami cedera parah dan diperkirakan akan tersedia di masa depan, menurutnya Tim. Penggantiannya sebagian besar merupakan tindakan pencegahan setelah penampilan melelahkan yang membuatnya menyelesaikan 105 menit dengan standar yang sangat tinggi.

Pengaruh Vitinha sepanjang final sangat besar. Seiring berjalannya pertandingan, ia semakin mendikte tempo dan menjadi sosok terpenting PSG di lini tengah. Penampilannya mendapat pujian luas setelah peluit akhir dibunyikan. Pemain berusia 26 tahun itu kemudian disebutkan namanya Pemain pertandingan menyusul kemenangan timnya.

Cristiano Ronaldo dari Portugal, Bernardo Silva, Ruben Dias dan Vitinha.

Apa artinya ini bagi Ronaldo, Mbappe dan negaranya

Bagi Portugal, hasil positif terkait Vitinha sangatlah signifikan. Pasukan Roberto Martinez memulai kampanye Piala Dunia mereka melawan DR Kongo pada 17 Juni sebelum menghadapi Uzbekistan dan Kolombia di Grup K.

Cristiano Ronaldo berharap dapat kembali memenangkan trofi terbesar sepak bola, dan Vitinha telah menjadi salah satu tokoh kunci yang diharapkan dapat mendukung ambisi tersebut.

Perancis juga bisa bernapas lega. Performa Dembele sepanjang musim luar biasa dan kemitraannya dengan Kylian Mbappe tetap menjadi salah satu kekuatan terbesar tim menjelang turnamen.