Home Opini KAIST Meluncurkan Visi AI College, Bertujuan Membentuk Generasi Inovator Global Berikutnya

KAIST Meluncurkan Visi AI College, Bertujuan Membentuk Generasi Inovator Global Berikutnya

2
0


Poster promosi upacara deklarasi Visi AI KAIST College / Atas perkenan KAIST

Ketika kecerdasan buatan (AI) dengan cepat membentuk kembali industri, penelitian, dan kehidupan sehari-hari, KAIST pada hari Minggu meluncurkan visi ambisius untuk Sekolah Tinggi AI barunya, memposisikannya sebagai pusat pengembangan bakat dan ide yang diharapkan dapat menentukan era perubahan teknologi berikutnya.

Institut Sains dan Teknologi Tingkat Lanjut Korea, yang dikenal sebagai KAIST, mengadakan upacara deklarasi AI Vision College pada hari Senin di Balai Konferensi Chung Geun-mo di kampus utamanya di Daejeon.

Acara ini dirancang untuk menunjukkan strategi jangka panjang perguruan tinggi dalam pengembangan bakat, inovasi penelitian, kolaborasi industri, dan penciptaan ekosistem AI yang bertanggung jawab.

KAIST mengatakan College of AI memandang AI tidak hanya sebagai alat tetapi juga sebagai dasar untuk menghasilkan pengetahuan baru dan mendorong transformasi dalam sains, teknologi, industri, pendidikan, dan masyarakat.

Kolese ini berencana untuk melatih para peneliti AI tingkat lanjut dan talenta lintas disiplin yang mampu menerapkan AI secara kreatif di berbagai bidang.

Upacara dibuka dengan pidato sambutan dari Presiden KAIST Kwang Hyung Lee.

Bae Kyung-hoon, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Sains dan TIK, menyampaikan pidato utama yang menguraikan prioritas pengembangan bakat AI dan inovasi pendidikan di era AI.

Acara ini juga menandai peluncuran Dewan Penasihat AI KAIST College, yang akan memberikan panduan strategis mengenai pendidikan, penelitian, kemitraan industri, kerja sama global, dan pengembangan AI yang bertanggung jawab.

Peserta tingkat nasional meliputi perwakilan dari KAIST dan perusahaan AI dan ICT terkemuka, termasuk Naver Cloud, Lunit, Rebellions, Samsung Electronics, SK Telecom, Upstage, NC AI, InAble Fusion, Krafton dan 42dot dari Hyundai Motor Group.

Sesi khusus mengenai pendidikan dan penelitian di era AI meliputi presentasi dari mahasiswa S1, dilanjutkan dengan diskusi panel yang menampilkan mahasiswa, anggota dewan penasihat, dan pimpinan perguruan tinggi.

Artikel ini diterbitkan dengan bantuan AI generatif dan diedit oleh The Korea Times.