
Lionel Messi antrian untuk apa yang seharusnya menjadi final Piala Dunia turnamen karirnya yang luar biasa, dan Argentina mendekati edisi tahun ini dengan beban ekspektasi yang terkait dengan menjadi juara bertahan dunia. Setelah mendominasi kualifikasi Amerika Selatan dan tiba di Amerika Utara dengan skuad yang masih membanggakan banyak pahlawan Qatar 2022, tim nasional secara luas dianggap sebagai salah satu pesaing terkuat untuk kembali mengangkat trofi.
Namun, jalan ke depan tidak akan mudah. Format Piala Dunia yang diperluas menghadirkan tantangan baru, sementara rivalnya Prancis, Spanyol, Brasil, dan Inggris juga menjadi favorit. Namun kepercayaan diri tetap tinggi di kubu Argentina saat para pemain bersiap untuk mulai mempertahankan gelar mereka.
Argentina mendapatkan tempat mereka di turnamen dengan cara yang mengesankan. Tim asuhan Lionel Scaloni finis pertama di tabel kualifikasi CONMEBOL dengan 38 poin dari 18 pertandingan, mencatatkan 12 kemenangan dan finis dengan selisih gol +21.
Penampilan ini memperkuat keyakinan bahwa tim tetap menjadi salah satu kekuatan elit di sepakbola internasional. Tim ini mempertahankan sebagian besar pemain inti yang menjuarai Piala Dunia di Qatar, sekaligus memperkenalkan talenta-talenta muda yang mampu berkontribusi di pentas terbesar.
Grup Piala Dunia FIFA 2026.
Juara bertahan akan memulai kampanye mereka di Grup J melawan Aljazair sebelum menghadapi Austria dan Yordania. Di atas kertas ini adalah grup yang menguntungkan, meski Argentina tahu dari pengalaman bahwa tidak ada jaminan lolos ke Piala Dunia setelah kekalahan mengejutkan mereka dari Arab Saudi di laga pembuka turnamen 2022.
Argentina yakin bisa menulis lebih banyak sejarah
Di usianya yang ke-38, Messi tetap menjadi sosok sentral di timnas. Bintang Inter Miami ini akan mencatatkan rekor penampilan keenam di Piala Dunia, memperpanjang warisan yang sudah mencakup satu gelar Piala Dunia, dua trofi Copa America, dan rekor individu yang tak terhitung jumlahnya.
Perannya mungkin berbeda dengan turnamen-turnamen sebelumnya. Meskipun ia tetap mampu menghasilkan momen-momen yang menentukan, Argentina kini memiliki tim yang lebih kuat dan lebih seimbang di sekelilingnya dibandingkan pada tahap-tahap karir internasionalnya.
Meski memasuki kompetisi sebagai juara bertahan, Argentina berusaha untuk tidak melihat terlalu jauh ke depan. Pemain memahami bahwa setiap lawan akan memandang pertandingan melawan juara bertahan dunia sebagai peristiwa besar.
Lionel Messi dari Argentina memenangkan Trofi Pemenang Piala Dunia FIFA Qatar 2022
Realitas tersebut diakui Messi sekaligus menegaskan determinasi yang ada dalam tim. “Kami akan melakukan yang terbaik. Masyarakat seharusnya tidak ragu lagi bahwa kami akan meninggalkan segalanya di lapangan, seperti yang kami lakukan selama ini.”
Dia juga menyampaikan pesan yang mungkin akan diterima oleh para penggemar Argentina di seluruh dunia. “Terjadi atau tidak, itulah sepak bola. Namun tidak ada keraguan bahwa lawan kami akan kesulitan untuk mengalahkan kami, karena mereka adalah tim nasional yang sangat kompetitif.”
Kekuatan kunci yang menurut Messi dapat membawa kita pada perebutan gelar lagi
Ketika membahas peluang Argentina, Messi menyoroti apa yang ia yakini sebagai ciri khas tim. “Ini adalah grup pemenang yang selalu menginginkan lebih. Kami akan mencapainya selangkah demi selangkah seperti yang selalu kami lakukan, namun dengan penuh antusiasme, kegembiraan, dan keyakinan pada kemampuan kami.”
Mentalitas inilah yang menjadi salah satu fondasi kesuksesan Scaloni. Tim ini telah mengembangkan reputasi untuk tetap tenang di bawah tekanan sambil secara konsisten menemukan cara untuk tampil di turnamen besar.
Messi pun menyoroti konsistensi yang ditunjukkan tim, apapun lawannya. “Kami sangat gembira. Saya sudah katakan kepada kalian sebelumnya bahwa grup ini tidak akan mengecewakan Anda, dan saya pikir kami telah menunjukkan bahwa sepanjang tahun ini, tidak peduli lawan atau kompetisinya, kami selalu bersaing.”






















