Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, mengatakan Teheran masih sangat tidak percaya terhadap Amerika Serikat, dan memperingatkan bahwa perjanjian formal pun tidak akan menjamin diakhirinya tindakan permusuhan terhadap negara tersebut.
Menurut kantor berita ISNA, Aref mengatakan: “Bahkan jika ada kesepakatan dengan Amerika Serikat, tidak ada jaminan bahwa tindakan permusuhan akan berhenti.” Dia menambahkan bahwa Iran harus menjaga tingkat kesiapan yang tinggi, apapun perkembangan diplomatiknya.
Aref mengatakan memperkuat pencegahan melalui kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tetap menjadi prioritas jangka panjang Republik Islam.
“Menjaga kesiapan negara dan meningkatkan kekuatan pencegahan melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan kebutuhan berkelanjutan bagi Republik Islam Iran,” katanya.






















