Home Opini Baik itu hewan peliharaan atau hama, ikan mas dapat merusak seluruh ekosistem

Baik itu hewan peliharaan atau hama, ikan mas dapat merusak seluruh ekosistem

7
0


Sebuah studi peer-review baru yang dipimpin oleh para peneliti di Universitas Toledo dan Universitas Missouri menemukan bahwa ikan mas dapat berdampak besar pada ekosistem air tawar ketika dilepaskan atau dilepaskan ke alam liar.

Diterbitkan di Jurnal Ekologi HewanPenelitian ini memberikan beberapa bukti eksperimental terkuat hingga saat ini bahwa ikan mas invasif dapat mengubah lingkungan danau secara signifikan. Temuan ini memberikan peringatan penting bagi pemilik hewan peliharaan, pengelola sumber daya alam, dan pembuat kebijakan: meskipun ikan mas adalah hewan peliharaan umum, mereka dapat menjadi ancaman ekologis yang signifikan di luar akuarium.

Buktinya sekarang sudah jelas: melepaskan ikan mas ke alam liar mungkin dianggap sebagai tindakan kebaikan, namun hal ini bisa berubah menjadi ancaman ekologis yang besar, kata peneliti utama studi tersebut, Dr. William Hintz, profesor di Departemen Ilmu Lingkungan dan Pusat Danau Erie di UToledo.

Ikan mas memicu perubahan besar pada ekosistem danau

Penelitian yang bertajuk “Ikan mas invasif memicu pergeseran rezim dalam ekosistem danau eksperimental di berbagai negara trofik,” menggunakan mesokosmos air tawar luar ruangan berukuran besar yang dirancang untuk meniru kondisi danau di dunia nyata. Para peneliti memperkenalkan ikan mas (Carassius auratus) ke dalam ekosistem eksperimental dan memantau dampaknya terhadap berbagai jenis danau dari waktu ke waktu.

Tim mengamati dua kondisi umum air tawar: perairan miskin nutrisi (oligotrofik) dan perairan kaya nutrisi (eutrofik). Di kedua lingkungan tersebut, ikan mas menyebabkan gangguan ekologi yang signifikan.

Di antara penemuan paling signifikan:

  • Kualitas air memburuk dengan cepat. Dalam sistem yang kaya nutrisi, ikan mas menyebabkan penurunan kejernihan air dengan cepat sementara partikel tersuspensi meningkat tajam, yang menunjukkan perubahan besar pada kondisi ekosistem.
  • Spesies perairan asli telah menurun. Populasi siput, amphipoda, dan zooplankton telah berkurang secara signifikan. Organisme kecil ini memainkan peran penting dalam kesehatan jaring makanan air tawar dan telah terpengaruh oleh predasi dan gangguan habitat.
  • Ikan asli terkena dampak negatif. Ikan mas bersaing dengan ikan asli untuk mendapatkan makanan dan sumber daya lainnya, sehingga mengurangi kebugaran spesies ikan asli secara keseluruhan. Para ilmuwan menganggap ini sebagai indikator penting kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.
  • Kedua jenis danau tersebut rentan. Meskipun dampak spesifik bervariasi antara sistem yang miskin nutrisi dan kaya nutrisi, ikan mas menyebabkan kerusakan pada kedua kasus tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada ekosistem air tawar yang sepenuhnya terlindungi dari dampaknya.

Bukti menunjuk langsung pada ikan mas

Para peneliti menggunakan desain eksperimental aditif dan substitutif untuk memisahkan efek ikan mas dari efek yang terkait dengan kehadiran lebih banyak ikan secara keseluruhan.

Analisis mereka menunjukkan bahwa meskipun beberapa perubahan vegetasi perairan terkait dengan kelimpahan ikan secara keseluruhan, kerusakan ekologis yang paling parah terkait langsung dengan keberadaan ikan mas.

Studi ini juga mendokumentasikan apa yang oleh para ilmuwan disebut sebagai “pergeseran rezim” – yaitu momen ketika suatu ekosistem melewati ambang batas dan dengan cepat mengatur ulang dirinya menjadi keadaan yang berbeda secara fundamental dan sering kali mengalami degradasi. Ketika perubahan ini terjadi, pemulihan ekosistem akan menjadi sangat sulit dan mahal.

Mengapa pelepasan ikan mas menjadi masalah

Ikan mas merupakan salah satu ikan hias yang paling tersebar luas di dunia, dan perdagangan hewan peliharaan global terus memindahkan spesies akuatik melintasi benua pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ketika ikan mas dilepaskan ke kolam, sungai atau danau, atau melarikan diri saat banjir, mereka dapat membentuk populasi yang invasif dan menyebar dengan cepat.

“Jika ikan mas dilepaskan ke alam liar, mereka dengan cepat tumbuh menjadi ikan yang sangat besar yang mengaduk sedimen danau, memakan mangsa dalam jumlah besar, dan bersaing dengan ikan asli,” kata Rick Reylea, profesor di Fakultas Pertanian, Pangan, dan Sumber Daya Alam Universitas Missouri, direktur Institut Perikanan, Lahan Basah, dan Sistem Perairan Johnny Morris di Mizzou dan salah satu penulis studi tersebut.

Menyerukan pencegahan dan kesadaran masyarakat

Para peneliti mengatakan ikan mas harus diperlakukan sebagai spesies invasif dengan prioritas tinggi. Mereka merekomendasikan agar lembaga sumber daya alam fokus pada upaya pencegahan, deteksi dini dan pengendalian sebelum populasi liar berkembang biak.

Para penulis juga menyoroti perlunya memperkuat upaya pendidikan masyarakat sehingga pemilik hewan peliharaan memahami konsekuensi lingkungan dari pelepasan hewan akuarium ke saluran air alami.

Masyarakat yang tidak lagi menginginkan ikan mas diimbau untuk mencari alternatif seperti mengembalikan ikan tersebut ke toko hewan peliharaan, mencari pemilik akuarium lain yang bersedia mengadopsinya, atau menghubungi otoritas satwa liar setempat untuk meminta nasihat.

Tentang penelitian

Penelitian bertajuk “Invasive Goldfish Trigger Diet Shift in Experimental Lake Ecosystems of Variable Trophic States” ini ditulis oleh Dr. William Hintz dari Universitas Toledo, Hannah Barrett, dan Dr. Rick Relyea dari Universitas Missouri.

Para peneliti melakukan pekerjaan mereka menggunakan mesocosmos air tawar luar ruangan yang dirancang untuk meniru kondisi danau yang realistis. Studi ini menggabungkan pendekatan eksperimental aditif dan substitusi dalam keadaan trofik oligotrofik (miskin nutrisi) dan eutrofik (kaya nutrisi) untuk mengevaluasi dampak ikan mas (Carassius auratus) terhadap kualitas air, fitoplankton, komunitas invertebrata, alga berserabut, dan kondisi ikan asli.