Iran mengira mereka telah mencetak gol akhir yang spektakuler melawan Mesir dalam hasil imbang 1-1 di Piala Dunia FIFA 2026, tetapi gol tersebut dianulir karena offside setelah tinjauan VAR.
Keputusan tersebut segera memicu perdebatan di kalangan penggemar, banyak yang berpendapat bahwa gol tersebut seharusnya sah karena seorang bek Mesir tampak berdiri di dekat garis gawang.
Namun, kontroversi ini bermuara pada salah satu peraturan sepak bola yang paling banyak disalahpahami.
Banyak penggemar menyebutnya “aturan orang terakhir”, tetapi ungkapan itu menyesatkan.
Offside tidak dinilai sendirian oleh bek terakhir. Dia dinilai oleh lawan kedua dari belakang.
Perhatikan gambar diam
Dari gambar tayangan ulang, ada beberapa hal yang menonjol:
- Kiper asal Mesir itu jauh dari garis gawangnya
Ini adalah detail kuncinya karena penjaga gawang bukanlah pemain yang paling dekat dengan gawang. - Seorang bek Mesir hampir mencapai garis gawang
Pemain ini nampaknya menjadi bek terdalam Mesir dan pemain paling dekat dengan gawang. - Bek Mesir lainnya berada di zona enam yard.
Pemain ini menjadi sangat penting karena VAR kemungkinan besar menggunakan dia sebagai bek kedua dari belakang. - Pemain Iran yang dikepung dekat dengan dua bek
Di sinilah letak kontroversi karena penyerang asal Iran tersebut tampil sangat dekat dengan garis pertahanan.
Bagaimana VAR menilainya
Keputusan offside mungkin berasal dari logika ini:
- Pemain Mesir terdalam
Bek di garis gawang. - Pemain Mesir terdalam kedua
Bek dekat kiper atau di tengah kotak penalti. - Posisi penyerang Iran
VAR kemudian memeriksa apakah striker Iran itu unggul dari pemain Mesir terdalam kedua saat bola dimainkan.
Jika striker Iran itu mengalahkan pemain Mesir kedua dari belakang, meski dengan selisih kecil, gol tersebut akan dianulir karena offside.
Mengapa penggemar bingung
Banyak fans yang melihat ke arah bek di dekat garis gawang dan bertanya:
“Ada bek yang dipertaruhkan, jadi kok offside?
Namun bek di belakang penyerang saja tidak cukup.
Agar seorang penyerang dapat bermain, biasanya harus ada dua pemain lawan antara dia dan garis gawang.
Dalam kebanyakan situasi, kedua pemain ini adalah:
Namun dalam kejadian ini:
- Penjaga gawang sudah keluar dari garisnya
- Seorang bek berada di dekat garis gawang
- Bek kedua menjadi acuan offside utama
Artinya, penyerang asal Iran itu harus berada di belakang pemain Mesir terdalam kedua, bukan hanya bek yang berdiri di dekat garis gawang.
Penjelasan sederhana
Golnya offside jika bentuknya seperti ini:
Garis gawang
Bek Mesir
Penyerang Iran
Bek Mesir kedua
Tujuannya dipertaruhkan jika bentuknya seperti ini:
Garis gawang
Bek Mesir
Bek Mesir kedua
Penyerang Iran
Inilah perbedaan utamanya.
Bahkan jika penyerang berada di belakang bek, dia masih bisa berada dalam posisi offside jika berada di depan lawan kedua dari belakang.
Mengapa keputusan tersebut masih kontroversial
Dari gambar diam saja, tidak terlihat offside yang jelas.
Ini terlihat sangat ketat.
Ini berarti keputusan tersebut mungkin didasarkan pada tiga hal:
- Sinkronisasi gambar
Tepatnya saat bola dimainkan. - Penempatan garis
Dimana VAR sudah menarik garis offside. - Bagian Tubuh yang Dapat Dimainkan
Bahu, kepala, badan dan kaki dihitung, tetapi lengan dan tangan tidak.
Bahkan jika striker Iran itu hanya unggul satu bahu, lutut, atau kaki, VAR dapat menganulir gol tersebut.
Pelatih Iran bereaksi
Pelatih kepala Iran Hossam Hassan merasa frustrasi dengan keputusan tersebut setelah melihat timnya menyangkal apa yang bisa menjadi pemenang Piala Dunia yang mengesankan.
Dia mempertanyakan mengapa VAR diperkenalkan untuk menghilangkan kontroversi jika keputusan besar terus memecah belah penggemar dan tim.
Iran telah berusaha keras untuk mengamankan kemenangan, dan gol yang dianulir membuat para pemain dan penggemar merasa seolah-olah momen besar mereka telah ditolak.
Keputusan akhir
Keputusannya mungkin masih memecah belah pendapat, tapi undang-undangnya sendiri sudah jelas.
Seorang bek yang berdiri di garis gawang tidak secara otomatis menjaga penyerang tetap bermain.
Pertanyaan kuncinya adalah apakah dua pemain Mesir berada di antara striker Iran dan garis gawang saat bola dimainkan.
Andai saja ada satu pemain Mesir yang lebih dalam dari penyerang, maka keputusan offside sudah tepat.
Itu sebabnya gol telat Iran ke gawang Mesir dianulir, meski sekilas terlihat seperti sebuah permainan di mata banyak penggemar.






















