Home Opini India mengutuk ‘tindakan agresi terang-terangan’ Pakistan di Afghanistan, dan menyebutnya sebagai upaya...

India mengutuk ‘tindakan agresi terang-terangan’ Pakistan di Afghanistan, dan menyebutnya sebagai upaya untuk mengeksternalisasikan kegagalan internal

3
0


India pada hari Senin mengutuk serangan udara Pakistan di Afghanistan, yang menewaskan beberapa warga sipil, dan menyebutnya sebagai “tindakan agresi terang-terangan” dan “ancaman langsung” terhadap perdamaian dan stabilitas regional.

Kementerian Luar Negeri (MEA) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan udara tersebut “mencerminkan perilaku Pakistan yang gigih dan ceroboh.” MEA lebih lanjut mengatakan bahwa tindakan tersebut menunjukkan “usaha sia-sia Pakistan untuk mengeksternalisasikan kegagalan internalnya melalui tindakan kekerasan yang putus asa di luar perbatasannya.”

“Tindakan agresi terang-terangan yang dilakukan Pakistan”

“India mengutuk keras serangan udara Pakistan di wilayah Afghanistan, yang mengakibatkan beberapa korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Tindakan agresi terang-terangan yang dilakukan Pakistan ini merupakan serangan terhadap kedaulatan Afghanistan dan ancaman langsung terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan,” kata MEA.

Baca juga | Pakistan membunuh 29 ‘militan’ dalam serangan malam di sepanjang perbatasan Afghanistan

Kementerian lebih lanjut mengatakan bahwa insiden tersebut merupakan indikasi perilaku yang lebih luas dari pihak Pakistan.

“Hal ini mencerminkan perilaku Pakistan yang terus-menerus dan upaya sia-sianya untuk mengeksternalisasikan kegagalan internalnya melalui tindakan kekerasan di luar perbatasannya,” tambah pernyataan itu.

India juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan agar mereka yang terluka dalam serangan tersebut segera pulih.

“India menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Afghanistan yang kehilangan orang yang mereka cintai, berdoa agar korban luka segera pulih dan menegaskan kembali dukungannya yang teguh terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Afghanistan,” kata MEA.

Serangan udara Pakistan di Afghanistan

Sebelumnya pada hari itu, Pakistan mengatakan pasukan keamanannya membunuh 29 militan dalam operasi darat di dekat perbatasan Afghanistan dan serangan lintas batas berikutnya di provinsi Paktia, Paktika dan Kunar di Afghanistan timur.

Menurut Menteri Penerangan Pakistan Attaullah Tarar, pasukan keamanan negara itu melakukan “operasi darat berbasis intelijen yang terencana dengan baik” bersamaan dengan serangan udara di wilayah perbatasan.

Afghanistan menuduh Pakistan membunuh warga sipil

Namun Taliban yang berkuasa di Afghanistan menolak klaim Pakistan dan mengatakan serangan udara di daerah pemukiman menewaskan 36 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, dan melukai 163 lainnya. Dia menggambarkan serangan itu sebagai pelanggaran hukum internasional, prinsip-prinsip kemanusiaan dan kedaulatan Afghanistan.

Baca juga | AS mendukung ‘hak membela diri’ Pakistan melawan Afghanistan dalam perang ‘terbuka’

Berdasarkan informasi yang ada sejauh ini, serangan yang dilakukan tadi malam mengakibatkan 36 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas syahid, sementara 163 lainnya luka-luka. Tiga rumah tempat tinggal hancur total, kata wakil juru bicara pemerintah Afghanistan pimpinan Taliban, Hamdullah Fitrat.

Setelah serangan udara tersebut, Islamabad dan Kabul memanggil kuasa usaha masing-masing untuk mengajukan protes diplomatik atas eskalasi terbaru.

Pakistan vs Afganistan

Pakistan, yang merupakan satu-satunya pendukung pemerintahan pertama Taliban di Afghanistan pada tahun 1990an, telah gagal menjaga hubungan baik dengan kelompok pemberontak tersebut setelah kelompok Islam radikal mendapatkan kembali kekuasaan pada tahun 2021. Pakistan menuduh Taliban Afghanistan menyembunyikan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), juga dikenal sebagai Taliban Pakistan, dan kelompok militan lainnya yang bertanggung jawab atas serangan teroris di seluruh negeri.

Baca juga | India menegaskan kembali dukungannya terhadap Afghanistan, mendukung inisiatif perdamaian dan pembangunan

Pada bulan Februari 2026, Pakistan menyatakan perang terbuka melawan Afghanistan menyusul serangkaian serangan teroris TTP di negara tersebut. Konflik tersebut berlangsung hampir sebulan sebelum kedua belah pihak menyepakati gencatan senjata sementara. Namun hal ini tidak berlangsung lama, karena bentrokan dengan intensitas rendah masih berlanjut hingga saat ini di sepanjang perbatasan.

Poin-poin penting

  • Hubungan internasional di Asia Selatan tetap tidak stabil di tengah berlanjutnya aksi militer antara Pakistan dan Afghanistan.
  • Warga sipil yang menjadi korban konflik menyoroti kebutuhan mendesak untuk menemukan solusi diplomatik terhadap ketegangan regional.
  • Kecaman India menunjukkan adanya pergeseran aliansi geopolitik dan potensi mobilisasi dukungan terhadap kedaulatan Afghanistan.