Home Opini Ingin kue beras pedas? Lewati Mie Gelas dan Coba Pilihan Cerdas Ini

Ingin kue beras pedas? Lewati Mie Gelas dan Coba Pilihan Cerdas Ini

5
0


klik disini untuk artikel lainnya dari Kormedi.com.

Aroma manis dan pedas dari tteokbokki (kue beras pedas yang direbus) yang tercium dari warung pinggir jalan sudah cukup menggoda hampir semua orang. Dan begitu Anda memutuskan untuk memanjakan diri, Anda dapat dengan mudah menambahkan camilan goreng, es krim sundae (puding Korea), dan minuman ringan ke dalam pesanan.

Masalahnya adalah kombinasi ini dengan cepat berubah menjadi makanan yang sangat tinggi karbohidrat. Untungnya, Anda tidak harus menyerah sepenuhnya pada tteokbokki. Memilih topping, minuman, dan makanan penutup yang berbeda – serta membuat beberapa penyesuaian sederhana sebelum dan sesudah makan – dapat membuat makanan tersebut tidak terlalu membebani gula darah Anda.

Melewatkan Makan Terlebih Dahulu Bisa Menjadi Bumerang

Orang yang mencoba mengatur berat badan sering kali berpikir, “Saya akan makan tteokbokki untuk makan malam, jadi saya akan melewatkan makan siang.” Namun mengonsumsi karbohidrat olahan dalam jumlah besar seperti kue beras setelah puasa yang lama bisa menyebabkan gula darah naik lebih cepat.

Rasa lapar yang ekstrem juga mendorong makan lebih cepat dan memudahkan Anda makan kue beras secara berlebihan atau memesan topping tambahan.

Daripada melewatkan waktu makan, lebih baik makan makanan ringan terlebih dahulu, terutama yang mengandung protein dan sayur-sayuran. Jika Anda ingin makan tteokbokki saat perut kosong, mengonsumsi sayuran yang perlu dikunyah terlebih dahulu, seperti mentimun, tomat ceri, atau selada kol, dapat membantu.

Bahkan di restoran, ada strategi praktisnya. Berhenti di minimarket untuk membeli salad atau telur rebus sebelum menuju ke kedai makanan dapat mencegah tteokbokki menjadi makanan pertama Anda.

Ganti mie ekstra dengan topping protein

Menambahkan ramen, mie gandum lembut, udon, atau mie gelas ala Cina ke tteokbokki dapat meningkatkan rasanya, tetapi juga meningkatkan kandungan karbohidrat secara signifikan.

Hal ini terutama berlaku untuk bunmoja, mie kental dan kenyal yang terbuat dari tepung ubi jalar yang semakin populer. Teksturnya sering kali mendorong orang untuk terus makan, sehingga mudah mengonsumsi karbohidrat lebih banyak dari yang diharapkan.

Pilihan yang lebih baik adalah melewatkan penambahan mie dan memilih topping kaya protein, seperti telur rebus atau kue ikan. Kue ikan adalah makanan olahan dan mengandung banyak natrium, jadi disarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah sedang. Jika Anda memesan sup kue ikan sebagai pelengkap, lebih baik juga memakan kue ikannya daripada minum kuahnya dalam jumlah banyak.

Urutan makan Anda juga penting. Mengonsumsi protein atau sayur sebelum kue beras memperlambat pergerakan makanan dari lambung ke usus. Hal ini juga dapat mempengaruhi pelepasan GLP-1, hormon usus yang berhubungan dengan rasa kenyang, membantu mengurangi kenaikan gula darah setelah makan.

Prinsip yang sama berlaku saat memesan pengiriman. Daripada menambahkan mie ekstra, pilihlah telur, kue ikan, atau sayuran untuk menciptakan makanan yang lebih seimbang.

Jangan mendinginkan panas dengan minuman manis

Tteokbokki yang pedas tentu saja membuat banyak orang ingin meminum minuman bersoda. Namun karena tteokbokki sudah tinggi karbohidrat, memadukannya dengan minuman manis semakin meningkatkan beban glikemik.

Cola, soda lemon-jeruk nipis, dan minuman berbahan dasar yogurt manis mungkin bisa mengurangi rasa pedasnya sebentar, tetapi minuman tersebut juga menambahkan banyak gula.

Sebaliknya, air putih, teh jelai tanpa pemanis, atau air soda biasa adalah pilihan yang lebih baik. Beberapa orang lebih menyukai susu atau minuman susu, tetapi minuman ini juga mengandung banyak gula tambahan, jadi disarankan untuk memeriksa label nutrisinya.

Krim rosé tteokbokki belum tentu lebih sehat

Rosé tteokbokki, yang memadukan saus pedas dengan krim dan keju, menjadi semakin populer karena rasanya yang kaya dan lembut.

Namun, karena masih mengandung kue beras, hidangan ini tetap menjadi hidangan tinggi karbohidrat. Penambahan krim dan keju juga meningkatkan kalori dan lemak jenuh dibandingkan tteokbokki tradisional berbahan dasar gochujang.

Rosé tteokbokki sering disertai dengan topping seperti mie kaca Cina, bunmoja, sosis, dan bacon. Semakin banyak topping yang Anda tambahkan, porsinya cenderung semakin besar. Jika Anda memilih rosé tteokbokki, sebaiknya hindari mie ekstra, batasi topping daging olahan, dan hindari menghabiskan sesendok terakhir saus kental atau mencelupkan gorengan ke dalamnya.

Orang-orang berjalan di Gwangju pada hari Rabu. Yonhap

Lewati bubble tea dan berjalan-jalan setelahnya

Banyak orang menghabiskan makanan tteokbokki dengan es krim atau bubble tea, tetapi makanan penutup ini dapat memicu lonjakan tajam gula darah setelah makan banyak karbohidrat.

Sebagai gantinya, pilihlah air putih atau teh tanpa pemanis untuk menyelesaikan makan. Jika Anda mendambakan sesuatu yang manis, porsi kecil buah segar merupakan alternatif yang lebih baik dibandingkan es krim.

Aktivitas fisik setelah makan juga dapat membantu. Daripada langsung duduk setelah makan, cobalah berjalan kaki selama 10 hingga 20 menit. Karena gula darah mulai meningkat segera setelah makan, bahkan berjalan kaki ringan – seperti berjalan di halte bus tambahan atau naik tangga – dapat membantu.

Artikel dari Kormedi.com, portal perawatan kesehatan dan pengobatan terkemuka di Korea, diterjemahkan oleh sistem AI generatif dan diedit oleh The Korea Times.