Home Opini Apa yang terjadi jika Anda makan ramen sebelum tidur?

Apa yang terjadi jika Anda makan ramen sebelum tidur?

3
0


Kim Wan-sun / Diambil dari Instagram

klik disini untuk artikel lainnya dari Kormedi.com.

Foto camilan larut malam penyanyi Kim Wan-sun menarik perhatian online.

Baru-baru ini, Kim memposting foto dirinya sedang makan ramen, kimbap, dan keripik di tempat peristirahatan jalan raya setelah pukul 22.30, dengan satu pertanyaan yang dapat dipahami oleh banyak pelaku diet: “Mengapa ramen terasa lebih enak di malam hari?” Karena dia dikenal luas karena manajemen dirinya yang ketat, para penggemar segera menyadarinya.

Di masa lalu, ratu penari tahun 1980-an ini mengungkapkan di sebuah acara TV bahwa dia menghindari makan larut malam dan “berusaha untuk tidak makan sebisa mungkin setelah jam 6 sore”. Para ahli mencatat bahwa makan larut malam dapat memengaruhi tidur, pencernaan, dan pengendalian gula darah. Makanan seperti ramen yang tinggi natrium dan karbohidrat dapat memberikan beban yang lebih besar pada tubuh di malam hari.

Makan larut malam dapat memberikan tekanan pada sistem pencernaan. Pada malam hari, aktivitas pencernaan secara alami melambat dibandingkan siang hari. Mengonsumsi makanan berlemak atau pedas pada jam-jam tersebut dapat meningkatkan risiko sakit maag dan kembung. Sering berbaring setelah makan juga bisa memicu gejala naiknya asam lambung. Banyak orang melaporkan merasa terlalu kembung sehingga tidak bisa tidur dengan nyaman.

Ramen adalah makanan tinggi sodium favorit orang Korea. Kelebihan natrium menyebabkan tubuh menahan air, yang dapat menyebabkan pembengkakan di wajah, tangan, dan kaki keesokan paginya. Makan ramen pada larut malam dapat memperburuk efek ini karena aktivitas fisik dan sirkulasi cairan berkurang saat tidur. Menambahkan makanan kaya karbohidrat seperti kimbap atau keripik juga dapat menyebabkan fluktuasi gula darah yang lebih besar. Inilah salah satu alasan mengapa banyak selebriti menghindari camilan larut malam sebelum syuting.

Mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat saat larut malam juga dapat mengganggu pola tidur. Gula darah bisa naik setelah makan, lalu turun lagi di malam hari, sehingga menyebabkan rasa lapar atau haus di pagi hari. Makanan pedas dan asin terutama dapat meningkatkan rasa haus saat tidur.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makan terlalu banyak sebelum tidur dapat mengganggu tidur nyenyak. Dengan kata lain, makan larut malam tidak hanya berdampak pada penambahan berat badan, tapi juga kelelahan dan kondisi umum keesokan harinya.

Para ahli mengatakan, daripada melarang sama sekali ngemil di malam hari, lebih realistis mengatur waktu dan ukuran porsi.

Disarankan untuk menghindari makan besar pada larut malam dan umumnya disarankan untuk menyelesaikan makan setidaknya dua hingga tiga jam sebelum tidur. Untuk makanan seperti ramen yang tinggi natrium, mengurangi konsumsi sup dan menambahkan protein atau sayuran dapat membantu meringankan beban tubuh. Pada akhirnya, para ahli menekankan bahwa kebiasaan jangka panjang lebih penting daripada sekadar ngemil di malam hari.

Artikel dari Kormedi.com, portal perawatan kesehatan dan pengobatan terkemuka di Korea, diterjemahkan oleh sistem AI generatif dan diedit oleh The Korea Times.