
Kanada menghadapi salah satu pertandingan terbesar dalam sejarah sepak bolanya ketika menghadapi Maroko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026namun keputusan seleksi besar langsung menarik perhatian penggemar. Alphonso Davies tidak disebutkan dalam starting XI Kanadamembuat banyak orang bertanya-tanya mengapa bintang Bayern Munich itu akan memulai pertandingan sistem gugur yang krusial ini dari bangku cadangan karena tuan rumah ingin melanjutkan perjalanan turnamennya yang luar biasa.
Kanada tiba di Houston dengan penuh percaya diri setelahnya mengamankan kemenangan KO Piala Dunia Pria pertamanyamengungguli Afrika Selatan 1-0 terima kasih kepada gol penentu kemenangan spektakuler Stephen Eustáquio di masa tambahan waktu. Hasil ini memperpanjang rekor skor mereka menjadi enam pertandingan Piala Dunia berturut-turutmenyoroti pertumbuhan stabil tim di panggung terbesar.
Maroko, sementara itu, terus memanfaatkan momentum yang diciptakan oleh kampanyenya yang mengesankan pada tahun 2022. Atlas Lions menyingkirkan Belanda melalui adu penalti untuk mencapai babak 16 besar dan tetap tak terkalahkan di turnamen tersebut meskipun ada perubahan signifikan sejak mencapai semifinal empat tahun sebelumnya.
Mengapa Alphonso Davies tidak mau menjadi starter
Kejutan terbesar sebelum kick-off terjadi ketika The Reds telah mengonfirmasi bahwa Alphonso Davies tidak akan menjadi starter melawan Maroko meski ia kembali dari cedera di babak sebelumnya.
Keputusan itu didasarkan pada manajemen kebugaran yang cermat menyusul cedera hamstring serius yang diderita Davies saat bermain untuk Bayern Munich menjelang akhir musim klub. Cedera tersebut memaksa kapten Kanada itu melewatkan seluruh babak penyisihan grup Piala Dunia saat ia menjalani program rehabilitasi yang dikelola dengan cermat.
Davies akhirnya kembali dalam kemenangan babak 16 besar Kanada atas Afrika Selatan, sebagai pemain pengganti Gantikan pada menit ke-75. Meski penampilannya hanya bertahan 15 menit, kecepatan dan ancaman serangannya langsung memberikan dimensi lain bagi Kanada di fase akhir pertandingan sebelum Eustaquio mencetak gol penentu.
Daripada mengambil risiko membebani bek bintang secara berlebihan pada start pertamanya setelah absen lama, pelatih kepala Jesse Marsch dan staf medis Kanada telah memilih untuk tetap menyediakan Davies sebagai pengganti dampak potensial nanti di pertandingan.
Alphonso Davies dari Kanada.
Sebuah strategi yang telah terbukti manfaatnya
Staf pelatih Kanada yakin menggunakan Davies di pertandingan selanjutnya dapat memaksimalkan kekuatannya sekaligus mengurangi risiko memperparah cederanya.
Melawan Afrika Selatan, Davies tampil dengan kekuatan yang segar melawan pemain bertahan yang kelelahan dan segera mengembangkan kecepatannya. Pergerakannya menciptakan ruang menyerang tambahan saat The Reds berusaha mencetak gol penentu kemenangan, sebuah rencana yang akhirnya terbayar ketika Eustaquio mencetak gol penentu dari menit-menit akhir.
Rencana yang sama mungkin saja terjadi bahkan lebih berharga melawan Marokoyang bentuk pertahanannya yang disiplin membuat lawannya frustrasi sepanjang turnamen. Masuknya Davies di babak kedua bisa memberi Kanada senjata ofensif baru ketika ruang mulai terbuka.






















