Netanyahu mengatakan AS tidak boleh memberikan jet F-35 kepada Turki karena hal itu akan “mengganggu keseimbangan kekuatan” yang dipertahankan oleh “superioritas udara Israel” dan “postur Amerika” di wilayah tersebut.
Ketegangan antara Israel dan Turki meningkat akhir-akhir ini, ketika kedua pemimpin saling bertukar tuduhan di tengah meningkatnya kesenjangan geopolitik mengenai persaingan pengaruh di Suriah.
Turki juga menjadi salah satu kritikus paling vokal atas serangan Israel terhadap Iran, Gaza, dan Lebanon.
Hubungan kedua negara memburuk tajam ketika Ankara memutuskan hubungan dagang dengan Israel pada Mei 2024 dan bergabung dengan kasus genosida Afrika Selatan di hadapan Mahkamah Internasional.
Politisi, tokoh, dan analis Israel semakin menggambarkan Turki sebagai “negara musuh” berikutnya setelah Iran.
“Untuk rezim yang terinfeksi oleh Ikhwanul Muslimin… Saya pikir kita tidak harus memberi mereka F-35.”
Netanyahu mengatakan AS tidak boleh memberikan jet F-35 kepada Turki karena hal itu akan “mengganggu keseimbangan kekuatan” yang dipertahankan oleh “superioritas udara Israel” dan “postur Amerika” di wilayah tersebut. pic.twitter.com/akYN41U2ma
– Middle East Eye (@MiddleEastEye) 6 Juli 2026






















