Home Opini Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang menegaskan kembali komitmen terhadap denuklirisasi Korea...

Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang menegaskan kembali komitmen terhadap denuklirisasi Korea Utara, dan berjanji untuk memperkuat hubungan keamanan ekonomi

2
0


Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Jepang Motegi Toshimitsu, dan Menteri Luar Negeri Cho Hyun berpartisipasi dalam pertemuan trilateral di sela-sela KTT Pemimpin NATO di Ankara, Turki, Selasa (7 Juli). AP-Yonhap

Para diplomat terkemuka dari Korea, Amerika Serikat dan Jepang menegaskan kembali komitmen mereka terhadap denuklirisasi Semenanjung Korea dan berjanji untuk melanjutkan upaya untuk melakukan dialog dengan Korea Utara, kata Kementerian Luar Negeri Seoul pada hari Rabu.

Komitmen tersebut dibuat dalam perundingan trilateral yang diadakan Selasa di sela-sela KTT Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) di Ankara antara Menteri Luar Negeri Cho Hyun, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi, menurut kementerian tersebut.

“Para menteri menyampaikan penilaian mereka terhadap situasi di Semenanjung Korea dan sepakat untuk menjaga koordinasi erat mengenai kebijakan terkait Korea Utara, termasuk upaya untuk melawan aktivitas cyber ilegal Pyongyang,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

“Sambil menegaskan kembali komitmen mereka terhadap denuklirisasi Semenanjung Korea, mereka juga sepakat untuk melanjutkan upaya menjaga perdamaian dan stabilitas melalui dialog dan diplomasi,” tambah pernyataan itu.

Para menteri juga bertukar pandangan mengenai perkembangan regional dan global, termasuk situasi di Timur Tengah, dan berjanji untuk melanjutkan “koordinasi yang erat dan memberikan kontribusi yang diperlukan.”

Ketiga negara juga sepakat untuk memperkuat kerja sama praktis di bidang keamanan ekonomi dan ketahanan rantai pasokan.

Para menteri menyambut baik penandatanganan nota kerja sama (MOC) yang bertujuan untuk membentuk kerangka kerja sama trilateral yang bertujuan untuk mempercepat penerapan reaktor modular kecil (SMR) di negara ketiga, khususnya di kawasan Indo-Pasifik, menurut kementerian.

“Dengan memanfaatkan pencapaian di bidang-bidang seperti energi nuklir, kecerdasan buatan, dan teknologi kuantum, mereka sepakat untuk lebih memperdalam kerja sama praktis dan menekankan pentingnya memperkuat ketahanan rantai pasokan dan mengoordinasikan respons terhadap paksaan ekonomi,” kata kementerian tersebut.

Pertemuan hari Selasa ini menandai perundingan trilateral pertama para menteri luar negeri sejak ketiga diplomat senior terakhir kali bertemu di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di kota Gyeongju, tenggara Korea Selatan, pada Oktober tahun lalu.

“Ketiga menteri luar negeri sepakat untuk terus bertemu dan menjaga komunikasi yang erat sesering mungkin sambil berupaya mencapai hasil nyata di berbagai bidang kerja sama trilateral,” kata kementerian.