Penelitian baru menunjukkan bahwa banyak makanan takeaway paling populer di Inggris mengandung lebih banyak garam daripada yang diyakini oleh para pengunjung. Dalam beberapa kasus, satu kali makan jauh melebihi batas harian yang disarankan, meskipun label menu menyatakan sebaliknya.
Para peneliti menemukan bahwa 47% dari makanan yang dibawa pulang yang diuji mengandung lebih banyak garam daripada nilai yang dinyatakan. Kari, hidangan pasta, dan pizza termasuk makanan yang kemungkinan besar mengandung kadar garam lebih tinggi daripada yang diiklankan.
Meskipun tidak semua restoran mencantumkan informasi garam pada menu mereka, beberapa makanan yang dibeli dari restoran independen di Reading mengandung lebih dari 10 gram garam dalam satu porsi. Sebagai perbandingan, asupan garam harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa di Inggris adalah 6 gram.
Penemuan yang tidak terduga adalah bahwa toko ikan dan keripik tradisional menyajikan makanan yang paling tidak asin. Karena garam biasanya hanya ditambahkan setelah dimasak dan hanya jika diminta, hidangan ini umumnya mengandung lebih sedikit garam dibandingkan banyak pilihan makanan bawa pulang lainnya.
Studi memeriksa label garam yang dibawa pulang
Studi tersebut dilakukan oleh para peneliti di University of Reading dan dipublikasikan di jurnal PLOS Satumempelajari seberapa akurat menu restoran menunjukkan kandungan garam dan seberapa besar perbedaan kadar garam di antara hidangan serupa.
Profesor Gunter Kuhnle, yang memimpin penelitian di University of Reading, mengatakan: “Kami melakukan penelitian ini karena kami menduga banyak label menu yang tidak akurat mengenai garam. Sangat sulit bagi restoran untuk memberikan nilai yang akurat tanpa mengukur setiap makanan. Variasi dalam metode persiapan, bahan yang digunakan, dan ukuran porsi membuat label makanan sering kali dapat ditebak.
“Perusahaan makanan telah mengurangi kadar garam pada makanan yang dibeli di toko dalam beberapa tahun terakhir, namun penelitian kami menunjukkan bahwa makan di luar sering kali merupakan hal yang asin. Label menu seharusnya membantu orang membuat pilihan makanan yang lebih baik, namun hampir setengah dari makanan yang kami uji dengan label garam mengandung lebih banyak garam daripada yang dinyatakan. Masyarakat harus menyadari bahwa label menu hanyalah pedoman kasar, bukan pengukuran yang tepat.”
Makanan takeaway mana yang paling banyak mengandung garam?
Untuk melaksanakan penelitian, tim membeli 39 makanan yang dibawa pulang dari 23 lokasi di Reading, termasuk jaringan restoran nasional dan bisnis makanan dibawa pulang independen.
Di antara temuan penelitian ini:
- Pizza daging memiliki konsentrasi garam tertinggi yaitu 1,6g per 100g.
- Hidangan pasta mengandung garam paling banyak per porsi, rata-rata 7,2 g, melebihi asupan harian yang direkomendasikan untuk sekali makan. Hidangan pasta mengandung hingga 11,2 gram garam.
- Hidangan kari memiliki kandungan garam paling beragam, bervariasi dari 2,3 gram hingga 9,4 gram per porsi.
- Keripik dari toko ikan dan keripik memiliki kadar garam paling rendah, hanya 0,2 g per porsi, karena garam biasanya hanya ditambahkan setelah dimasak dan berdasarkan permintaan. Sebagai perbandingan, keripik dari gerai takeaway lainnya rata-rata memiliki berat 1 gram per porsi.
Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan konsumsi garam berlebihan berkontribusi terhadap 1,8 juta kematian di seluruh dunia setiap tahunnya.






















