Home Olahraga Masa depan Christian Pulisic di Milan bergantung pada satu faktor kunci setelah...

Masa depan Christian Pulisic di Milan bergantung pada satu faktor kunci setelah kedatangan Ruben Amorim

3
0



Christian Pulisic menghadapi salah satu momen terpenting dalam kariernya di AC Milan setelah tahun yang sulit di dalam dan di luar lapangan, sementara Ruben Amorim bersiap untuk membentuk kembali Rossoneri dengan visi baru. Pemain internasional Amerika ini telah berjuang dengan cedera, berjuang untuk konsistensi dan sekarang mengincar komitmen jangka panjang saat Milan memulai era baru di bawah pelatih kepala yang baru mereka tunjuk. Namun, masa depannya tampaknya bergantung pada satu faktor kunci, yang menjadikan beberapa minggu mendatang sangat penting bagi sang pemain dan klub.

Bintang Amerika ini memasuki tahun 2026 dengan ekspektasi tinggi tetapi mengalami musim yang membuat frustrasi baik bagi klub maupun negaranya. Setelah gagal mencetak gol selama Piala Dunia dan kembali mengalami cedera sebelum turnamen berakhir, Pulisic sekarang menghadapi masa pemulihan yang panjang sambil juga memutuskan apakah Milan tetap menjadi tempat yang tepat untuk babak selanjutnya dalam karirnya.

Piala Dunia Pulisic berakhir dengan kekecewaan setelah penderitaan memar tulang dan patah tulang mikro di kaki bagian bawahnya saat Amerika Serikat kalah di babak 16 besar dari Belgia. Tes medis dilaporkan telah memastikan cederanya, dan dia diperkirakan akan menghabiskan antara empat dan enam minggu di bangku cadangan sebelum kembali berlatih.

Kemunduran tersebut mengakhiri turnamen yang melelahkan di mana pemain sayap Rossoneri itu sudah menghadapi masalah kebugaran. Di awal kompetisi, masalah betis membatasi waktu bermainnya, memaksa Amerika Serikat untuk mengatur beban kerjanya dengan hati-hati sebelum akhirnya kembali ke babak 16 besar.

Cedera tersebut dilaporkan terjadi setelah terjadi tabrakan saat melakukan gerakan menyerang melawan Belgia. Meskipun pemain berusia 27 tahun itu awalnya berusaha untuk melanjutkan, dia akhirnya digantikan ketika Amerika tersingkir dari turnamen tersebut.

Milan masih mempersiapkan kembalinya Pulisic

Meskipun Piala Dunia mengecewakan, Milan tetap berkomitmen terhadap pemain internasional Amerika itu. Staf medis klub akan bekerja bersama US Soccer untuk mengawasi rehabilitasinya, dengan tujuan agar dia bisa mengikuti pelatihan pramusim pada bulan Agustus.

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Pulisic masih bisa fit untuk pertandingan pembuka Serie A Milan di musim panas nanti. Jadwal ini telah menghilangkan kekhawatiran akan absennya jangka panjang, memungkinkan Rossoneri untuk fokus mengintegrasikannya ke dalam rencana taktis Amorim.

Meski begitu, cedera tersebut terjadi setelah musim yang mengecewakan. Pulisic menyelesaikan musim Serie A 2025-26 dengan delapan gol dan empat assistnamun performanya menurun drastis dalam beberapa bulan terakhir, gagal mencetak gol dalam 19 pertandingan liga terakhirnya.

Christian Pulisic dari AC Milan melakukan selebrasi usai mencetak gol.

Faktor kunci dibalik keputusan kontrak Pulisic

Sebelum berkomitmen masa depannya di Milan, Pulisic ingin mengevaluasi sepenuhnya proyek olahraga Ruben Amorim di klub, menurut Atletik. Kontrak pemain Amerika saat ini berlaku hingga 2027, sementara tim Italia juga memiliki opsi untuk memperpanjang kesepakatan untuk satu musim lagi. Namun, para pemimpin klub berharap bisa memberinya kontrak yang lebih panjang, hingga tahun 2030 atau 2031.

Saat ia mendekati ulang tahunnya yang ke 28 pada bulan September, Pulisic paham bahwa kontrak berikutnya bisa menjadi kesepakatan besar terakhir dalam kariernya. Laporan menunjukkan bahwa dia lebih memilih meluangkan waktu sebelum membuat keputusan penting daripada terburu-buru melakukan perpanjangan kontrak.

Situasinya juga berubah drastis sejak ia berangkat ke Piala Dunia. Milan kini memiliki manajemen baru, tim pelatih baru, dan arahan olahraga yang sama sekali berbeda di bawah Amorim, menjadikan beberapa bulan mendatang sebagai periode evaluasi penting bagi pelatih Amerika itu.

Ketika ketidakpastian menyelimuti kontrak Pulisic, Amorim telah secara terbuka menyatakan bahwa orang Amerika sangat diperlukan. “Pulisic adalah pemain yang sangat bertalenta; tentu saja dia kembali mengalami cedera saat Piala Dunia dan kami harus mengevaluasinya,” Ucap Amorim saat presentasinya.

Pelatih asal Portugal itu juga menjelaskan mengapa menurutnya Pulisic sangat cocok dengan filosofi taktisnya. “Dia sangat cocok dengan cara berpikir saya tentang sepak bola, terutama di Italia, di mana terkadang tim bertahan dengan sangat baik sehingga hanya ada sedikit ruang antar lini; dia adalah pemain yang bisa membuat perbedaan dalam ruang seperti itu.”