Home Opini Pembaruan pagi | Melihat ke Timur Tengah

Pembaruan pagi | Melihat ke Timur Tengah

5
0


Halo, para pembaca Middle East Eye,

Serangan AS di Iran meningkat pada malam hari dan Jumat dini hari. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa jumlah korban serangan AS terhadap jembatan di selatan negara itu sejauh ini telah menewaskan sedikitnya tujuh warga sipil.

Sementara itu, ledakan akibat serangan Iran terdengar di seluruh wilayah, termasuk di Oman, Qatar, Kuwait, Bahrain, Yordania, dan Suriah.

Berikut perkembangan terkini:

  • Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan pihaknya melancarkan serangan terhadap pusat komando operasi khusus AS di al-Tanf di Suriah. Menurut pernyataan yang dikeluarkan kantor berita Tasnim, IRGC mengatakan serangan itu merupakan pembalasan atas kematian tentara Iran di Iranshahr.

  • Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Presiden AS Trump “terbuka terhadap diplomasi” dan AS terus melanjutkan pembicaraan dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.

  • Juru bicara angkatan bersenjata Iran Ebrahim Zolfaghari mengatakan Amerika Serikat “ketakutan” dengan “kedaulatan Iran atas Selat Hormuz,” dan menuduh Washington mengganggu stabilitas keamanan di koridor transit penting. Iran meminta negara-negara Teluk “untuk tidak membiarkan Amerika menggunakan wilayah mereka untuk menyerang kami”, tambahnya.

  • Kepala Badan Energi Internasional Fatih Birol mengatakan pada hari Kamis bahwa jika Amerika Serikat dan Iran tidak bersatu untuk meningkatkan aliran minyak melalui Selat Hormuz yang penting, dunia akan segera khawatir mengenai keamanan energi.

  • Tentara Israel telah mulai membangun pos militer permanen baru di Lebanon selatan untuk memperkuat kekuasaannya di wilayah tersebut, menurut harian Israel Maariv.