Home Opini Yang Perlu Diketahui Tentang Makanan Musim Panas Favorit Korea untuk Meningkatkan Stamina

Yang Perlu Diketahui Tentang Makanan Musim Panas Favorit Korea untuk Meningkatkan Stamina

2
0


Saat teriknya musim panas, bahkan aktivitas ringan pun dapat membuat orang kelelahan dan bermandikan keringat. Banyak orang beralih ke makanan penambah stamina tradisional Korea untuk mengisi ulang tenaga ketika nafsu makan berkurang dan mereka mulai merasa lesu karena panas dan kelembapan yang menyengat. Setelah Chobok, tanggal 15 Juli, hari pertama dari tiga hari musim panas yang secara tradisional dianggap sebagai hari terpanas, banyak orang bertanya-tanya apa yang harus dimakan untuk mendapatkan kembali kekuatan.

Samgyetang – sup yang terbuat dari ayam utuh yang diisi dengan ginseng dan nasi – dan belut panggang telah lama menjadi hidangan musim panas favorit orang Korea. Kaya akan protein dan nutrisi penting, mereka membantu mengisi kembali energi yang terkuras akibat panas dan menyediakan nutrisi yang sering kali kurang selama bulan-bulan musim panas.

Namun, mengonsumsi hidangan ini tanpa jumlah sedang dapat menyebabkan beban tak terduga pada kadar gula darah. Bahan utamanya tidak menjadi masalah. Sebaliknya, sumber karbohidrat dan gula yang tersembunyi, seperti ketan dan saus manis, bisa memberikan perbedaan yang signifikan. Berikut beberapa tip untuk menikmati makanan favorit musiman ini sambil mengontrol gula darah Anda.

Samgyetang: kaya protein, tapi hati-hati dengan nasi ketan

Ayam, bahan utama samgyetang, mengandung sekitar 165 kalori dan 20 gram protein per 100 gramnya, menjadikannya makanan berprotein tinggi. Menurut Administrasi Pembangunan Pedesaan, ayam juga merupakan sumber vitamin B yang baik, yang membantu mengubah makanan menjadi energi. Protein menyediakan asam amino esensial yang dibutuhkan untuk menjaga dan memperbaiki otot, menjadikan samgyetang pilihan populer ketika orang merasa lelah atau kehilangan nafsu makan di cuaca panas.

Ayam sendiri rendah karbohidrat dan memiliki sedikit pengaruh langsung terhadap kadar gula darah. Masalahnya terletak pada ketan yang ada pada ayamnya. Beras ketan mengandung sekitar 350 kalori dan 78 gram karbohidrat per 100 gramnya. Meski karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh, namun konsumsi berlebihan dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat pesat.

Banyak orang juga menambahkan semangkuk nasi ekstra ke samgyetangnya. Karena supnya sudah mengandung beras ketan, makan tambahan nasi akan meningkatkan asupan karbohidrat secara signifikan. Menghabiskan seluruh kaldu juga dapat meningkatkan asupan lemak dan natrium.

Untuk mengurangi dampaknya terhadap gula darah, para ahli merekomendasikan untuk memakan daging ayam dan sayur terlebih dahulu, tidak menyisakan sedikit kuahnya, dan memilih untuk memakan ketan di dalam ayam atau semangkuk nasi terpisah, namun tidak keduanya. Menghilangkan kulit ayam yang tinggi lemak, dan memilih daging tanpa lemak juga dapat membantu mengurangi asupan kalori. Jalan-jalan ringan selama 10 hingga 20 menit setelah makan juga dapat membantu meningkatkan kontrol gula darah setelah makan.

Belut bakar: Tinggi omega-3, tapi hati-hati dengan saus manis

Belut adalah makanan musim panas populer lainnya karena banyaknya protein dan lemak sehat. Ini mengandung sekitar 200 kalori dan 15 hingga 20 gram protein per 100 gram, menjadikannya sumber protein yang sangat baik untuk memulihkan energi selama masa kelelahan.

Belut juga kaya akan asam lemak tak jenuh, termasuk asam lemak omega-3 EPA dan DHA, yang diketahui membantu mengatur kadar trigliserida darah dan mendukung kesehatan jantung. American Heart Association juga merekomendasikan makan ikan yang kaya omega-3 sebagai bagian dari pola makan yang menyehatkan jantung. Selain itu, belut menyediakan vitamin A, nutrisi penting untuk menjaga kesehatan penglihatan dan kulit.

Kelemahannya berasal dari glasir manis yang biasa digunakan pada belut bakar. Bumbu berbahan dasar kecap sering kali mengandung gula dan sirup jagung, sehingga meningkatkan konsumsi gula secara keseluruhan. Jika sidat disantap dengan nasi putih, konsumsi karbohidrat dan gulanya meningkat secara signifikan.

Para ahli merekomendasikan untuk memilih belut panggang garam daripada versi belut berlapis kaca. Memasangkan belut dengan sayuran berdaun seperti selada atau daun perilla juga dapat membantu menciptakan makanan yang lebih seimbang dan meningkatkan rasa kenyang. Mengonsumsi sayuran setiap kali makan belut dapat membantu meningkatkan kualitas makanan secara keseluruhan sekaligus mengurangi risiko makan berlebihan.

Artikel dari Kormedi.com, portal perawatan kesehatan dan pengobatan terkemuka di Korea, diterjemahkan oleh sistem AI generatif dan diedit oleh The Korea Times.