Home Ekonomi Direktur Lapas Kerobokan diskors setelah penggerebekan narkoba

Direktur Lapas Kerobokan diskors setelah penggerebekan narkoba

2
0


DENPASAR, Bali – Dugaan peredaran narkoba di dalam Lapas Kelas IIA Kerobokan kembali menjadi sorotan setelah otoritas lapas Indonesia menemukan narkotika dan barang terlarang lainnya dalam penggerebekan mendadak di dalam fasilitas tersebut.

Pemeriksaan tersebut dilakukan Direktorat Keamanan dan Intelijen (Ditpamintel) di bawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) pada 20 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

Dalam operasi tersebut, petugas menemukan obat-obatan terlarang, perlengkapan narkoba, telepon seluler dan minuman beralkohol di beberapa blok akomodasi narapidana di penjara terbesar di Bali tersebut.

Temuan ini berujung pada penangguhan Direktur Lapas Kerobokan Hudi Ismono. Namun Kepala Kanwil Ditjenpas Bali Decky Nurmansyah mengklarifikasi, Hudi belum dicopot dari jabatannya.

“Kami pastikan beliau tidak dipecat. Beliau diberhentikan sementara,” kata Decky, Minggu, 24 Mei 2026.

Menurut Decky, penangguhan tersebut dilakukan untuk memastikan penyidikan yang sedang berjalan dapat berjalan tanpa adanya gangguan. Beberapa petugas dan sipir penjara juga diperiksa oleh tim keamanan internal dan kepatuhan Ditjenpas, berkoordinasi dengan Polda Bali.

Pihak berwenang menyita beberapa barang selundupan dalam penggerebekan tersebut, meski pihak berwenang belum mengungkapkan jumlah atau berat narkotika yang disita.

“Penyelidikan masih berjalan. Rincian lebih lanjut akan diumumkan kemudian,” kata Decky.

Ditjenpas juga berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional untuk memperluas penyelidikan terhadap dugaan jaringan distribusi narkoba yang beroperasi di dalam penjara.

Kasus ini sekali lagi menimbulkan kekhawatiran mengenai perdagangan narkoba yang terus berlanjut di penjara-penjara di Indonesia, khususnya penjara Kerobokan, yang telah berulang kali diawasi karena insiden serupa di masa lalu.

Pihak berwenang kini berada di bawah tekanan untuk membuktikan bahwa tindakan keras terbaru ini akan membawa reformasi yang berarti dan membongkar jaringan narkoba yang beroperasi di balik tembok penjara.

Penafian: Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratannya, artikel ini mungkin mengandung sedikit ketidakakuratan dalam nama, lokasi, atau detail acara. Pembaca dipersilakan menghubungi tim redaksi untuk klarifikasi lebih lanjut.