Seorang ibu di kota Minab, Iran selatan, menceritakan hari ketika dua putranya tewas dalam serangan di sekolah dasar Shajareh Tayyebeh, salah satu insiden perang paling mematikan.
Saat mengunjungi pemakaman di mana banyak korban dikuburkan, dia mengatakan “tidak ada apa pun di Minab yang layak untuk diserang” dan menuduh Amerika Serikat menyebabkan kesedihan bagi keluarga setempat.
“Tidak ada apa pun di Minab yang pantas untuk diserang,” kata sang ibu, sambil menambahkan bahwa “penjahat Amerika” telah membawa kesedihan di hati mereka.
156 warga sipil tewas akibat serangan Amerika, termasuk 120 anak sekolah.
Di Minab, tempat Amerika Serikat melakukan serangan udara terhadap sebuah sekolah pada hari pertama perang melawan Iran, seorang ibu menceritakan kejadian serangan tersebut saat dia berduka atas kedua putranya. pic.twitter.com/Sa0BV9fEK4
– Mata Timur Tengah (@MiddleEastEye) 24 Mei 2026






















