Home Olahraga Erling Haaland akhirnya mengakhiri rekor final yang tidak diinginkan setelah 10 penampilan...

Erling Haaland akhirnya mengakhiri rekor final yang tidak diinginkan setelah 10 penampilan saat Manchester City mengalahkan Chelsea untuk memenangkan Piala FA 2025-26

2
0



Manchester City memenangkan Piala FA setelah kemenangan menegangkan 1-0 atas Chelsea di Stadion Wembley, dengan Erling Haaland memainkan peran yang menentukan dalam pertandingan yang jauh lebih penting dari sekedar trofi. Laga final ini menyajikan drama, pertarungan taktis, dan momen yang menentukan bagi striker asal Norwegia tersebut, yang sore harinya di London akhirnya mengakhiri rekor pribadinya yang membuat frustrasi.

Bagi Manchester City, kemenangan sudah pasti gelar Piala FA kedelapan dan menyelesaikan gelar ganda piala domestik menyusul kesuksesan klub sebelumnya di Piala Carabao. Chelsea, sementara itu, sekali lagi meninggalkan Wembley dengan tangan kosong setelah kekalahan menyakitkan lainnya di final besar.

Pertandingan dibuka dengan Manchester City mendominasi penguasaan bola dan memaksa The Blues masuk ke wilayah pertahanan mereka sendiri. Pasukan Pep Guardiola menekan secara agresif sejak peluit pembukaan dibunyikan, dengan Antoine Semenyo, Jeremy Doku dan Omar Marmoush semuanya menemukan ruang berbahaya di tepi kotak penalti.

Chelsea kesulitan untuk beradaptasi sejak awal dan sangat bergantung pada intervensi pertahanan dari Wesley Fofana, Marc Cucurella dan Moises Caicedo untuk bertahan dari tekanan. Tim London berusaha tampil mengancam berkat serangan balik yang dipimpin João Pedro dan Cole Palmer, namun struktur pertahanan City tetap tenang sepanjang babak pertama.

Terobosan awal hampir terjadi pada menit ke-27 ketika Haaland menepis umpan mendatar dari Matheus Nunes. Namun, perayaan itu terhenti setelah asisten wasit menandai offside, menyangkal apa yang awalnya tampak seperti gol pertama sang striker. Meski kecewa, City terus mendikte laju pertandingan dan beberapa kali menekan Chelsea dengan kombinasi dan pergerakan cepat di sepertiga akhir lapangan.

Saat Haaland akhirnya mengakhiri rentetan negatifnya

Saat pertandingan memasuki babak kedua, Guardiola memperkenalkan energi menyerang baru, dengan Rayan Cherki membantu meningkatkan tempo di sekitar area penalti Chelsea. Tekanan tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-72 ketika Haaland memberikan kontribusi penentu sore itu.

Striker Norwegia itu mendapatkan kembali penguasaan bola di dalam kotak penalti sebelum mengembalikan bola ke gawang Antoine Semenyoyang menghasilkan backheel cerdas melewati Robert Sanchez. Assist tersebut menandai gol terakhir Haaland yang pertama untuk Manchester City setelah 10 penampilan, ESPN dikonfirmasi.

Momen tersebut langsung mengakhiri perbincangan selama berbulan-bulan seputar penampilan Haaland di final besar. Meski sang striker sering mencetak gol di Championship dan kompetisi Eropa, ia sebelumnya gagal berkontribusi langsung pada gol di Wembley dan final lainnya untuk City.

Semenyo memberikan pukulan telak

Kedatangan Semenyo langsung menjadi salah satu gambaran penentu final tersebut. Pemain internasional Ghana itu bereaksi dengan cemerlang di bawah tekanan para pemain bertahan Chelsea dan mengarahkan bola melewati Sánchez dengan tendangan tajam yang membuat para penggemar Citizens tertinggal di belakang gawang sebagai perayaan.

Para pemain Manchester City merayakannya dengan trofi Piala FA Emirates

Gol tersebut memastikan kemenangan Piala FA pertama Manchester City sejak 2023 dan menambahkan trofi lain pada masa jabatan Guardiola yang luar biasa. City telah memenangkan banyak penghargaan domestik lagi musim ini dan terus membangun salah satu era paling dominan di sepak bola Inggris.