Wakil Menteri Luar Negeri Kedua Kim Jina, kiri, berjabat tangan dengan Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional Fatih Birol di Paris pada hari Rabu. Atas perkenan Kementerian Luar Negeri
Wakil Menteri Luar Negeri Kedua Kim Jina membahas kerja sama di bidang energi dan ketahanan rantai pasokan dengan Badan Energi Internasional (IEA) dan negara-negara anggota Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), Kementerian Luar Negeri mengumumkan pada hari Jumat.
Kim bertemu dengan Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol di Paris pada hari Rabu (waktu setempat) dan sepakat untuk menjajaki tanggapan bersama terhadap krisis energi, khususnya untuk mengatasi kerentanan akibat ketergantungan besar Asia Timur pada minyak mentah Timur Tengah, di tengah konflik Timur Tengah.
Birol menyampaikan apresiasi atas kerja sama aktif Korea dalam mengeluarkan cadangan minyak strategis selama krisis energi baru-baru ini, sekaligus menekankan perlunya memperkuat kerja sama dengan negara-negara non-anggota dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan rantai pasokan energi yang stabil, kata kementerian tersebut.
Korea telah berjanji untuk mengeluarkan 22,46 juta barel minyak dari cadangan strategisnya pada tanggal 9 Juni sebagai bagian dari rencana bersama yang diadopsi oleh 32 negara anggota IEA untuk membantu meringankan gangguan di pasar minyak global.
Juga di Paris, Kim menghadiri pertemuan Dewan Menteri OECD pada hari Rabu dan Kamis, yang saat ini dipimpin oleh Finlandia, dengan Korea dan Selandia Baru sebagai wakil ketua.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri menyoroti perlunya kerja sama yang lebih kuat di bidang energi dan ketahanan rantai pasokan, serta memperkuat daya saing dan inklusi dalam kecerdasan buatan (AI), kata kementerian tersebut.






















