Home Opini Bisakah lari larut malam mengimbangi makan berlebihan? Latihan aktor Lee Jong-suk menarik...

Bisakah lari larut malam mengimbangi makan berlebihan? Latihan aktor Lee Jong-suk menarik minat

4
0


Aktor Lee Jong-suk memegang es krim selama perjalanannya baru-baru ini ke Milan untuk bekerja. Diambil dari Instagram

klik disini untuk artikel lainnya dari Kormedi.com.

Aktor Lee Jong-suk berkeringat saat berlari larut malam setelah menikmati serangkaian makanan lezat selama perjalanannya ke Italia baru-baru ini.

Dalam vlog yang diunggah ke saluran YouTube-nya, Lee mendokumentasikan kunjungannya ke Florence dan Milan, di mana ia menghadiri acara fesyen untuk sebuah merek mewah.

Perjalanan penuh makanan sang aktor dimulai bahkan sebelum dia pergi. Di ruang tunggu bandara, ia menikmati makanan lezat dan melanjutkan makan di dalam pesawat, mengonsumsi pizza, steak tenderloin daging sapi dengan kroket kentang, keju dan biskuit, es krim coklat, mie instan, dan semangkuk nasi belut. Setelah itu, ia bercanda bahwa ia merasa mengantuk karena lonjakan gula darah dan mengaku merasa kenyang.

Setibanya di Florence, Lee memesan pasta dari layanan kamar sebelum menghadiri peragaan busana. Kemudian, saat mengunjungi Katedral Milan yang ikonik, dia memanjakan dirinya dengan es krim.

Saat vlog yang berfokus pada makanan berlanjut, Lee tampak sedikit malu dengan nafsu makannya.

“Selebriti mungkin tidak boleh makan apapun yang mereka inginkan sebelum acara yang dijadwalkan,” katanya. “Saya merasa menjadi lebih bulat sedikit demi sedikit.”

Dengan pemotretan yang direncanakan untuk keesokan paginya, Lee memutuskan untuk berolahraga sebelum tidur.

Aktor Lee Jong-suk pergi lari malam setelah makan besar selama perjalanannya baru-baru ini ke Milan. Diambil dari YouTube

“Karena saya makan terlalu banyak, saya rasa rasa bersalah saya akan berkurang jika saya berkeringat saat berlari sebelum tidur,” katanya sebelum pergi jogging melalui jalanan malam hari yang indah di Milan.

Pemirsa menanggapi secara positif, dengan komentar seperti: “Aku tidak percaya dia tetap langsing karena makan seperti itu” dan “Lari malam sangat menyegarkan.”

Seorang mantan model, Lee dikenal karena menjaga fisiknya yang langsing. Aktor ini juga telah berkencan secara terbuka dengan penyanyi-aktris IU selama empat tahun.

Mengapa Lari adalah Latihan Manajemen Berat Badan yang Populer

Lari merupakan salah satu bentuk latihan aerobik yang paling efektif untuk membakar kalori dalam waktu yang relatif singkat. Saat detak jantung meningkat saat berlari, pengeluaran energi meningkat, yang membantu mengurangi lemak tubuh dan meningkatkan kebugaran kardiovaskular. Lari teratur juga dapat mendukung pengendalian gula darah dan kesehatan jantung secara keseluruhan.

Namun, para ahli menekankan bahwa olahraga saja jarang cukup untuk menurunkan berat badan secara signifikan. Bahkan setelah berolahraga, sulit untuk sepenuhnya mengimbangi kalori yang dikonsumsi dengan makanan berkalori tinggi seperti pizza dan makanan penutup. Penurunan berat badan yang berkelanjutan umumnya memerlukan pemeliharaan defisit kalori jangka panjang, yang berarti pengeluaran kalori melebihi asupan kalori.

Banyak orang, seperti Lee, lebih suka berolahraga di malam hari. Berlari di malam hari dapat memberikan manfaat kinerja karena suhu tubuh dan fungsi otot cenderung mencapai puncaknya di sore hari, sehingga olahraga menjadi lebih mudah dan efektif.

Olah raga malam hari juga dapat membantu menghilangkan stres yang menumpuk sepanjang hari. Berlari sambil menikmati lampu-lampu kota atau pemandangan indah dapat menjadikan olahraga lebih menyenangkan dan mudah untuk dijadikan kebiasaan.

Selain itu, aktivitas fisik ringan hingga sedang setelah makan malam dapat membantu menurunkan kadar gula darah setelah makan, terutama setelah mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat. Namun para ahli memperingatkan bahwa olahraga berat sebelum tidur dapat mengganggu kualitas tidur.

Lari pagi menawarkan manfaat berbeda. Berolahraga lebih awal memungkinkan orang untuk menyelesaikan latihan mereka sebelum kewajiban sehari-hari dimulai, sehingga lebih mudah untuk menetapkan rutinitas yang konsisten. Paparan sinar matahari saat olahraga pagi juga dapat membantu mengatur jam internal tubuh.

Pada akhirnya, pakar kesehatan mengatakan waktu terbaik untuk berlari adalah waktu yang dapat dipertahankan secara konsisten.

Mereka juga menekankan bahwa pengelolaan berat badan jangka panjang bergantung pada kombinasi aktivitas fisik teratur dengan pola makan seimbang, kaya akan sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, ikan, dan protein tanpa lemak, serta membatasi minuman manis, makanan penutup, camilan larut malam, dan makanan yang terlalu berlemak.

Setelah berolahraga, mengonsumsi protein bersama dengan karbohidrat dalam jumlah sedang dapat membantu menjaga massa otot dan meningkatkan rasa kenyang. Daripada melakukan diet ekstrem, menjaga pola makan berkelanjutan sambil berolahraga secara teratur tetap menjadi strategi paling efektif untuk mengurangi lemak tubuh dan mengatur berat badan.

Artikel dari Kormedi.com, portal perawatan kesehatan dan pengobatan terkemuka di Korea, diterjemahkan oleh sistem AI generatif dan diedit oleh The Korea Times.