Home Opini Piala Dunia FIFA 2026: FBI menyebarkan teknologi anti-drone untuk mengamankan stadion di...

Piala Dunia FIFA 2026: FBI menyebarkan teknologi anti-drone untuk mengamankan stadion di kota-kota tuan rumah di AS

2
0


Dengan waktu kurang dari sebulan hingga dimulainya Piala Dunia FIFA di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko, Biro Investigasi Federal sedang mempersiapkan operasi keamanan besar-besaran untuk melawan potensi ancaman dari kerumunan besar turnamen tersebut, menurut NewsNation.

Jutaan penggemar sepak bola diperkirakan akan melakukan perjalanan ke kota-kota tuan rumah untuk menonton pertandingan, sehingga mendorong otoritas federal untuk mengerahkan sistem pengawasan canggih dan pengawasan drone yang bertujuan untuk melindungi stadion dan area sekitarnya.

FBI akan menggunakan teknologi anti-drone di sekitar stadion

Menurut media tersebut, setiap kota tuan rumah akan mengoperasikan pusat komando di mana penegak hukum dapat memantau wilayah udara terbatas menggunakan sistem deteksi drone yang canggih.

Para pejabat mengatakan kepada outlet tersebut bahwa drone yang dioperasikan oleh FBI akan mencari drone tidak sah yang berpotensi digunakan oleh pelaku kejahatan yang mencoba memasuki wilayah udara terlindungi di dekat stadion.

NewsNation melaporkan bahwa FBI memiliki kemampuan untuk menonaktifkan drone yang mencurigakan dan mencegah kemungkinan serangan udara selama pertandingan.

Lebih dari 60 lembaga mitra FBI

Outlet tersebut melaporkan bahwa lebih dari 60 lembaga penegak hukum setempat bermitra dengan FBI dan menjalani pelatihan khusus menjelang turnamen.

Pihak berwenang diharapkan bekerja dalam tim yang terkoordinasi untuk memantau wilayah udara stadion selama acara berlangsung.

Jika drone yang tidak sah memasuki zona larangan terbang yang ditentukan, FBI dapat meretas sistem elektronik drone tersebut, membajak kendali pesawat dan mengeluarkannya dari zona tersebut, menurut NewsNation.

“Drone yang bagus” untuk membantu mengidentifikasi tersangka

Laporan itu mengatakan FBI juga bisa mengerahkan apa yang para pejabat gambarkan sebagai “drone yang bagus.”

Drone-drone ini dapat mengepung operator drone yang tidak berwenang dan mengeluarkan perintah untuk segera berhenti terbang sebelum penegak hukum mengambil tindakan untuk melakukan penangkapan.

Pejabat federal telah menekankan bahwa menerbangkan drone di dalam wilayah terlarang adalah pelanggaran federal yang serius.

Menerbangkan drone di area terlarang adalah kejahatan federal, dan pelanggar berulang menghadapi hukuman lima tahun penjara.

Pihak berwenang bertujuan untuk kehadiran keamanan secara rahasia

Pihak berwenang berusaha untuk menjaga operasi keamanan secara rahasia, sehingga para penggemar yang menghadiri pertandingan sebagian besar tidak menyadari upaya pengawasan yang terjadi di balik layar.

Tujuannya, kata para pejabat, adalah untuk memastikan para penggemar dapat menikmati pertandingan dengan aman, tanpa gangguan yang terlihat dari intervensi intensif polisi atau keamanan.

Pertunjukan paruh waktu FIFA menambah kekhawatiran keamanan

Perencanaan keselamatan menjadi lebih penting tahun ini setelah FIFA mengumumkan pertunjukan paruh waktu bergaya Super Bowl untuk turnamen tersebut.

Pertunjukan yang direncanakan diperkirakan akan menampilkan Madonna, Shakira dan BTS, sehingga berpotensi menarik lebih banyak penonton dan meningkatkan persyaratan logistik dan keamanan.

Koordinasi keamanan sedang berlangsung di kota-kota tuan rumah

Sebelas kota tuan rumah di AS sedang berkoordinasi dengan penegak hukum lokal dan federal untuk mempersiapkan acara olahraga global ini.

Pihak berwenang mengatakan perluasan kerja sama ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merespons dengan cepat setiap ancaman sekaligus memastikan keselamatan para penggemar, pemain, dan ofisial sepanjang turnamen.

Baca juga | FIFA: AS mencabut aturan setoran visa $15.000 untuk pemegang tiket dari negara yang memenuhi syarat