Home Opini Burung gelatik Skotlandia bisa berevolusi menjadi spesies baru berkat gigantisme pulau

Burung gelatik Skotlandia bisa berevolusi menjadi spesies baru berkat gigantisme pulau

2
0


Burung gelatik kecil yang hidup di pulau-pulau terpencil di Skotlandia memberi para ilmuwan gambaran sekilas tentang aksi evolusi. Sebuah studi baru yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Birmingham menemukan bahwa beberapa populasi burung gelatik di pulau terpencil berevolusi secara independen, dan beberapa di antaranya tumbuh jauh lebih besar daripada kerabat mereka di daratan.

Hasilnya, dipublikasikan di Jurnal Evolusi Masyarakat Linnaeanberfokus pada empat subspesies pulau yang ditemukan di Skotlandia: Shetland, Fair Isle, Outer Hebrides, dan St Kilda. Meskipun burung-burung ini hidup di lingkungan pulau yang serupa, setiap populasi mengikuti jalur evolusinya masing-masing.

Para peneliti telah menemukan contoh yang sangat mencolok dari “gigantisme pulau” pada burung gelatik dari Shetland dan St Kilda. Gigantisme pulau terjadi ketika hewan-hewan terisolasi di pulau-pulau menjadi jauh lebih besar dibandingkan spesies terkait di daratan. Contoh yang terkenal termasuk kura-kura raksasa Galapagos dan Dodo Mauritius yang telah punah.

Burung wren raksasa di pulau-pulau terpencil di Skotlandia

Perbedaan ukuran yang ditemukan dalam penelitian ini sangat dramatis. Burung gelatik di daratan Inggris biasanya memiliki berat antara 7 dan 10 gram. Namun di St Kilda, berat burung tersebut antara 13 dan 16 gram.

Menurut para peneliti, burung wren terbesar di St Kilda dua kali lebih besar dari burung wren terkecil yang ditemukan di daratan Inggris. Hal ini menempatkan mereka di antara 25% kasus gigantisme pulau pada burung yang diketahui di seluruh dunia.

Para ilmuwan juga hanya menemukan sedikit bukti bahwa burung gelatik dari Shetland dan St Kilda sering kawin silang dengan populasi di daratan utama. Isolasi yang lama tampaknya memungkinkan mereka mengembangkan ciri fisik, lagu, dan genetika yang unik.

Dr Michał Jezierski, dari Sekolah Geografi, Ilmu Bumi dan Lingkungan dan penulis utama studi ini, mengatakan: “Kami menemukan bahwa empat subspesies burung gelatik Skotlandia secara genetik berbeda dari burung gelatik di daratan Inggris; burung gelatik Shetland dan St Kilda sangat berbeda baik dalam penampilan maupun nyanyiannya.

Bagaimana para ilmuwan mempelajari burung gelatik pulau

Untuk lebih memahami cara kerja evolusi pulau, para peneliti membandingkan burung pulau Skotlandia dengan burung gelatik dari daratan Inggris menggunakan pengukuran tubuh, rekaman lagu, dan pengurutan seluruh genom.

Studi ini memberikan salah satu penyelidikan paling rinci hingga saat ini mengenai proses biologis di balik “sindrom pulau”. Pola evolusi ini terlihat pada banyak spesies pulau di seluruh dunia dan sering kali mencakup ukuran tubuh yang lebih besar, umur yang lebih panjang, reproduksi yang lebih lambat, dan, pada burung, berkurangnya kemampuan terbang.

Pulau-pulau ini adalah rumah bagi sekitar 20-30% spesies di planet ini dan terkenal dengan satwa liarnya yang tidak biasa, termasuk lemur Madagaskar dan komodo. Para ilmuwan percaya bahwa isolasi pulau-pulau tersebut, serta berkurangnya predator dan persaingan, menciptakan kondisi yang dapat mendorong evolusi ke arah yang tidak biasa.

Will Smith, dari Universitas Nottingham dan salah satu penulis studi ini, mengatakan: “Penelitian kami menunjukkan bahwa pulau-pulau dengan lingkungan serupa dapat menghasilkan hasil evolusi serupa dengan menggunakan jalur genetik yang berbeda. Gelatik Skotlandia memberi kami studi kasus yang kuat untuk memahami mekanisme yang menghasilkan keanekaragaman hayati pulau di seluruh dunia.

Evolusi paralel pada burung gelatik raksasa Skotlandia

Analisis genom mengungkapkan bahwa setiap populasi pulau secara genetik berbeda dan sebagian besar terisolasi dari populasi lainnya. Meskipun burung Shetland dan St Kilda terlihat mirip secara fisik, perubahan genetik yang terkait dengan evolusi mereka sebagian besar berbeda.

Para peneliti mengatakan hal ini menunjukkan contoh “evolusi paralel,” di mana tekanan lingkungan yang serupa secara independen menghasilkan hasil yang serupa.

Dr Jezierski menambahkan: “Data genom kami menunjukkan bahwa burung gelatik Shetland dan St Kilda secara genetik berbeda satu sama lain, meskipun memiliki kesamaan dalam penampilan fisik. Ini berarti bahwa gigantisme pulau mereka adalah kasus “evolusi paralel”, di mana populasi asli yang serupa (mungkin pemukim dari daratan Inggris) melakukan perjalanan ke setiap kepulauan dan kemudian berevolusi secara mandiri menjadi pulau-pulau raksasa. Dalam prosesnya, nyanyian mereka juga menjadi sangat berbeda dari nyanyian burung-burung Inggris “kontinental”.

Burung gelatik di Fair Isle dan Outer Hebrides secara genetis lebih mirip dengan burung di daratan, menunjukkan bahwa evolusi pulau bisa sangat bervariasi, bahkan di antara pulau-pulau tetangga.

Sebuah jendela langka menuju perubahan evolusioner

Ukuran tubuh lebih besar yang terlihat pada burung wren raksasa berevolusi seiring dengan ciri-ciri lain yang terkait dengan pulau, termasuk perbedaan bulu, proporsi tubuh, dan pola nyanyian. Para peneliti mengatakan hal ini mendukung gagasan bahwa lingkungan pulau secara sistematis membentuk evolusi dengan cara yang dapat diprediksi.

Meskipun demikian, para ilmuwan masih belum begitu memahami mengapa sindrom pulau terjadi atau bagaimana ciri-ciri ini membantu spesies beradaptasi dengan ekosistem pulau. Tim yakin burung gelatik Skotlandia bisa menjadi model penting untuk penelitian masa depan mengenai kekuatan yang mendorong evolusi pulau-pulau di seluruh dunia.