Home Olahraga Peringatan keamanan Piala Dunia: Sembilan orang terluka dalam penembakan di dekat base...

Peringatan keamanan Piala Dunia: Sembilan orang terluka dalam penembakan di dekat base camp Inggris

3
0



Penembakan terjadi di dekat markas tim nasional Inggris di Kansas City menjelang Piala Dunia, meningkatkan kekhawatiran keamanan yang mendesak untuk turnamen tersebut.

Sembilan orang terluka dalam penembakan massal hanya beberapa menit dari tempat The Three Lions diperkirakan akan tinggal dan berlatih selama babak grup bulan ini, yang memicu peninjauan segera terhadap keamanan negara tuan rumah.

UNDUH APLIKASI CAUGHTOFFSIDE RESMI UNTUK SEMUA PEMBARUAN TERBARU – LANGSUNG KE PONSEL ANDA! PADA APEL & GOOGLE BERMAIN

Penembakan di dekat base camp tim Inggris

Menurut The Sun, insiden itu terjadi di Troost Avenue, yang terletak hanya enam kilometer berkendara dari fasilitas pelatihan utama dan hotel tim Inggris.

Polisi setempat dikirim ke tempat kejadian sekitar jam 4 pagi pada hari Sabtu setelah beberapa laporan adanya tembakan.

Setibanya di sana, petugas menemukan pemandangan kacau dengan massa dalam jumlah besar berhamburan karena panik. Kapten Jake Becchina dari Departemen Kepolisian Kansas City membenarkan bahwa tiga wanita dewasa awalnya dilarikan ke rumah sakit.

Pihak berwenang kemudian memperbarui jumlah korban, mengonfirmasi bahwa total sembilan orang dewasa telah tertembak dan menyebar ke berbagai pusat kesehatan setempat.

Untungnya, semua korban dilaporkan menderita luka yang tidak mengancam jiwa. Saat ini tidak ada tersangka yang ditahan dan patroli polisi telah ditingkatkan secara signifikan di daerah tersebut seiring dengan berlanjutnya penyelidikan.

Amerika Serikat ternyata menjadi tuan rumah Piala Dunia yang membawa malapetaka

Lokasi syuting yang dekat dengan kamp tim elit internasional telah meningkatkan kritik keras yang dihadapi Amerika Serikat sebagai tuan rumah Piala Dunia.

Bagi banyak orang, persiapan turnamen ini merupakan bencana organisasi dan politik.

Masalah keamanan hanyalah yang terbaru dari serangkaian kontroversi besar yang melanda negara tuan rumah.

Insiden politik besar telah membayangi menjelang turnamen tersebut, termasuk tim nasional Iran yang dilarang tinggal di akomodasi pilihannya di Amerika Serikat karena pembatasan politik.

Selain itu, tim dan penggemar internasional menghadapi kendala administratif yang serius. Pesepakbola Irak Aymen Hussein ditahan selama beberapa jam di bandara.

Selain itu, kegagalan dalam memberikan visa kepada para pemain, staf, dan penggemar di seluruh dunia, serta persiapan yang kacau untuk turnamen tersebut, telah menimbulkan pertanyaan serius mengenai kemampuan Amerika Serikat untuk menjadi tuan rumah acara olahraga terbesar di dunia tersebut dengan aman dan lancar.