
Menyusul ketidakhadiran mereka yang mengejutkan di Qatar 2022, Kolumbia berhasil lolos ke Piala Dunia 2026datang sebagai tim yang mampu menimbulkan gangguan. Menunjukkan kekuatan mereka, mereka meraih kemenangan melawan Uzbekistan, dengan cara yang mengesankan. Karena itu, mereka naik peringkat dunia putra FIFA, tiba dalam performa terbaiknya menjelang pertandingan mereka melawan DR Kongo.
Menurut peringkat dunia putra FIFA, Kolombia berada di peringkat 12 dengan 1712,60 poin. Setelah kemenangan melawan Uzbekistan, peringkat mereka naik satu peringkat dan semakin mendekati peringkat 10 besar. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka berhasil mendapatkan kembali keteraturannya, dibandingkan posisi ke-49 pada Juni 2011. Namun, mereka belum pernah menyamai peringkat tertinggi mereka, yaitu peringkat ke-3 pada Juli – Agustus 2018.
Meski peringkat FIFA meningkat, Kolombia bukanlah tim nasional dengan peringkat tertinggi grupnya di Piala Dunia 2026. Portugal saat ini memegang tempat ke-7 dengan 1766,74 poin. JADI, Kongo diklasifikasikan tempat ke-43 dengan 1487,18 poin. Akhirnya, Uzbekistan peringkat sebagai tim nasional dengan peringkat terendah di grup, menempati posisi ke-58 dengan 1432,84 poin.
Usai meraih kemenangan 3-1 atas Uzbekistan, Kolombia menghadapi peluang ideal di pertandingan hari ini: mengamankan tempat di babak 16 besar. Menghadapi pertahanan impresif DR Kongo, mereka harus mengandalkan permainan penguasaan bola dan pendekatan menyerang dari pemain sayap mereka. Namun, pelatih kepala Néstor Lorenzo dapat memilih a berpindah posisi striker, mencari kehadiran yang kuat dalam duel 1v1.
Daniel Munoz #2 dari Kolombia merayakan gol.
Keterpurukan pertahanan Kolombia bisa berakibat buruk saat melawan Kongo
Dalam beberapa tahun terakhir, Kolumbia telah membuktikan diri sebagai salah satu tim ofensif terbaik di CONMEBOL. Namun, mereka cenderung bersinar melawan tim yang menawarkan gaya permainan menyerang, karena mereka memanfaatkan ruang dan dribbling sayap mereka memberi mereka keuntungan besar. Oleh karena itu, pertandingan mereka melawan DR Kongo bisa jadi cukup sulit. Lebih-lebih lagi, masalah pertahanan tim James Rodríguez bisa sangat merugikan mereka.
lihat juga
Cara menonton Kolombia vs DR Kongo di AS: Piala Dunia 2026, streaming langsung, TV, dan pratinjau
Johan Mojica dan Daniel Muñoz cenderung menjadi bek sayap yang sangat menyerang. untuk Kolombia. Oleh karena itu, mereka sering kali meninggalkan banyak ruang yang dapat dimanfaatkan secara efektif oleh Republik Demokratik Kongo. Lebih-lebih lagi, Davinson Sánchez kerap melakukan kesalahan bertahan dalam fase konstitusi. Akibatnya, pelatih kepala Néstor Lorenzo dapat memutuskan untuk memilih Yerry Minamencari untuk menggagalkan permainan udara lawan.






















