DENPASAR, BALI – Bermula dari kasus pencurian dompet di salah satu pura bersejarah di Bali, berakhir dengan tindakan pengampunan yang tidak terduga.
Setelah polisi menemukan dompetnya hilang, seorang turis Amerika berusia 63 tahun memilih untuk tidak mengajukan tuntutan dan malah memberikan uang kepada orang yang mengembalikannya.
Insiden tersebut terjadi pada tanggal 19 Juni di Pura Kehen, sebuah kuil bersejarah di Kabupaten Bangli di Bali, di mana Victor Miguel, seorang warga negara AS yang berasal dari Miami dan sekarang tinggal di Ubud, menemukan dompetnya hilang saat berkunjung ke tempat tersebut.
Polisi mengatakan dompet itu berisi kartu identitas dan uang tunai 1 juta rupee (sekitar $61).
Dengan bantuan warga sekitar, Miguel melaporkan kehilangan tersebut kepada pihak berwajib, yang kemudian menemukan pria yang diduga pengambil dompet tersebut di Pasar Kidul, Bangli.
Polisi mengidentifikasinya sebagai INS, seorang warga setempat berusia 25 tahun yang tunarungu dan non-verbal. Pihak berwenang mengatakan komunikasi terjadi melalui bahasa isyarat selama penyelidikan.
Setelah ditemukan polisi, INS dengan sukarela mengembalikan dompet beserta seluruh isinya.
Juru Bicara Polres Bangli Iptu I Gede Gumiliarta mengatakan, Miguel memutuskan tidak mengambil tindakan hukum setelah mengetahui lebih jauh kondisi pria tersebut.
“Korban memilih untuk tidak mengajukan pengaduan resmi,” kata Gumiliarta.
Terharu dengan kondisi pria tersebut, Miguel malah memberinya uang tunai sebesar Rp 300.000.
Proses rekonsiliasi berlangsung dengan dihadiri tokoh masyarakat setempat, orang tua pria tersebut, dan petugas Polres Bangli.
Kapolres Bangli Kompol I Gusti Made Sudarma Putra mengatakan, kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan setelah barang curian dikembalikan utuh.
Ia pun memuji keputusan korban yang bisa menyelesaikan masalah tersebut secara damai.
Penafian: Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratannya, artikel ini mungkin mengandung sedikit ketidakakuratan dalam nama, lokasi, atau detail acara. Pembaca dipersilakan menghubungi tim redaksi untuk klarifikasi lebih lanjut.






















