Home Opini Calcutta HC menolak petisi Abhishek Banerjee dari TMC yang meminta izin bepergian...

Calcutta HC menolak petisi Abhishek Banerjee dari TMC yang meminta izin bepergian ke luar negeri untuk berobat

2
0


Pengadilan Tinggi Kalkuta pada hari Rabu menolak memberikan keringanan segera kepada anggota parlemen Kongres Trinamool Abhishek Banerjee, yang telah mengajukan permohonan izin ke pengadilan untuk bepergian ke luar negeri untuk perawatan medis, LiveLaw melaporkan.

Banerjee ingin bepergian ke luar negeri untuk mengobati matanya yang sudah dioperasi. Kasus ini dibawa ke hadapan Hakim Saugata Bhattacharya. Memperdebatkan kasus Banerjee, pengacaranya berpendapat bahwa permohonannya harus segera dipertimbangkan karena ia memerlukan perjalanan mendesak ke luar negeri untuk perawatan medis lebih lanjut.

Abhishek Banerjee memindahkan Kolkata HC

Sekretaris Jenderal TMC Abhishek Banerjee memindahkan Kolkata HC pada hari Selasa dan meminta pelonggaran sementara pembatasan perjalanan luar negerinya. Dia mengajukan petisi ke Hakim Sougata Bhattacharyya untuk meminta izin bepergian ke luar negeri selama seminggu, lapor New Indian Express.

Menurut laporan, Banerjee menjadi sasaran interogasi ekstensif oleh lembaga investigasi di Benggala Tengah dan Barat, termasuk tuduhan pemalsuan tanda tangan MLA partai di Majelis, pidato provokatif terkait masalah musik ‘DJ’ dan penipuan perekrutan guru sekolah dasar.

Pada tahun 2016, Banerjee mengalami cedera mata akibat kecelakaan lalu lintas di jalan raya Durgapur di distrik Hooghly, dan sejak itu ia menjalani perawatan rutin.

Abhishek Banerjee menghadapi panasnya CID

Keputusan Abhishek Banerjee untuk memindahkan HC Kolkata dikatakan telah memicu kontroversi di negara bagian tersebut, terutama karena Departemen Investigasi Kriminal (CID) telah menginterogasinya selama tiga jam tiga hari sejak 11 Juni di markas besarnya, Bhabani Bhaban, di kota tersebut.

Sekretaris Jenderal TMC diinterogasi oleh pejabat CID atas ‘pemalsuan’ tanda tangan MLA partai tentang pilihan partai Pemimpin Oposisi (LoP) di Majelis Negara dan masalah musik ‘DJ’. Direktorat Penegakan Hukum (ED) juga menginterogasinya selama lebih dari 11 jam di kantor kompleks CGO untuk menyelidiki dugaan hubungannya dengan penipuan perekrutan guru sekolah dasar di negara bagian tersebut.

Ini adalah kisah yang berkembang. Detail lebih lanjut ditunggu.