Kapal pengangkut minyak mentah Universal Winner yang sangat besar, sebuah kapal tanker minyak Korea yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran Korea HMM, mencapai perairan di lepas pantai tenggara kota pelabuhan Ulsan pada 10 Juni.
Empat kapal lagi yang dioperasikan oleh Korea Selatan meninggalkan Selat Hormuz setelah perjanjian gencatan senjata minggu lalu antara Amerika Serikat dan Iran, sehingga jumlah total kapal yang meninggalkan wilayah tersebut menjadi enam, kata kementerian maritim pada hari Rabu.
Kementerian Kelautan dan Perikanan mengatakan kapal-kapal tersebut telah dengan aman melintasi jalur perairan strategis tersebut dan berlayar normal.
Sebanyak 26 pelaut Korea berada di kapal tersebut, termasuk satu pelaut yang menuju Korea, kata kementerian tersebut.
Dengan keberangkatan terakhir ini, jumlah kapal Korea yang tersisa di selat tersebut berkurang menjadi 18.
Awal pekan ini, kapal kontainer HMM berkekuatan 16.000 TEU, Daon, dan kapal pengangkut minyak mentah sangat besar (VLCC) Universal Glory juga meninggalkan wilayah tersebut.
Kementerian tersebut mengatakan terdapat 108 pelaut Korea yang tersisa di Teluk Persia, termasuk 75 di kapal yang dioperasikan Korea dan 33 di kapal berbendera asing.
Sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata dengan Washington, Teheran setuju untuk mengizinkan kapal transit di Selat Hormuz tanpa biaya apa pun selama 60 hari setelah penandatanganan perjanjian sementara.






















