Kematian Ketan Agrawal, seorang eksekutif real estate berusia 26 tahun di Pune, telah menempatkan tunangannya, Siya Goyal, dan kekasihnya, Chetan Chaudhary, di pusat penyelidikan pembunuhan tingkat tinggi.
Apa yang awalnya diyakini sebagai kejatuhan yang tidak disengaja kini berubah menjadi kasus pembunuhan setelah polisi mengklaim bahwa Goyal dan Chaudhary mengaku mendorong Agrawal dari Benteng Lohagad dekat Lonavala pada 18 Juni.
Petunjuk yang mengarahkan penyidik kepada tersangka
Menurut penyidik, beberapa detail memungkinkan untuk merekonstruksi dugaan plot tersebut.
Polisi menyelidiki permintaan berulang Siya untuk mengunjungi Benteng Lohagad, paspor Agrawal yang hilang, dan pakaian tidak biasa yang dikenakan Chaudhary selama perjalanan. Polisi yakin ini dan bukti lainnya membantu mengungkap apa yang mereka yakini sebagai pembunuhan berencana.
Ketika rincian lebih lanjut muncul, perhatian publik beralih ke Siya Goyal dan dugaan upayanya untuk menggambarkan insiden tersebut sebagai sebuah kecelakaan.
Siapakah Siya Goyal?
Siya Goyal, 20, berasal dari keluarga wirausaha terkenal di Pune. Keluarganya terlibat dalam bisnis buah kering dan tinggal di kawasan kota Bibwewadi.
Awal tahun ini, dia bertunangan dengan Ketan Agrawal, direktur perusahaan real estate keluarga Success Group. Perjodohan tersebut diduga diatur melalui paman dari pihak ibu Agrawal.
Pasangan itu dijadwalkan menikah di Udaipur pada bulan November. Hotel-hotel telah dipesan dan kedua keluarga diperkirakan akan menghabiskan uang sekitar $14 crores untuk perayaan pernikahan.
Hubungan dengan Chetan Chaudhary
Polisi mengatakan Goyal menjalin hubungan dengan Chetan Chaudhary selama sekitar satu tahun sebelum kematian Agrawal.
Keluarga Chaudhary juga menjalankan bisnis di Pune dan penyelidik yakin kedua pria tersebut mengenal satu sama lain melalui dunia bisnis. Mereka tetap berhubungan secara teratur sepanjang hubungan mereka, kata polisi.
Dua kunjungan ke Benteng Lohagad
Polisi mengklaim bahwa Goyal dan Agrawal mengunjungi Benteng Lohagad untuk perjalanan empat hari sebelum kematiannya. Selama kunjungan ini, dia diduga mencoba mendorongnya ke tebing setelah mengatakan dia melihat seekor ular.
Polisi mengatakan Goyal kemudian membujuk Agrawal untuk kembali ke benteng pada 18 Juni, sehari sebelum ulang tahunnya. Pada kunjungan kedua inilah dia mendorongnya keluar dari benteng.
Usai kejadian tersebut, Goyal dikabarkan mengatakan kepada polisi bahwa Agrawal tidak sengaja terpeleset saat mengambil foto di dekat tepian.
Rencana ulang tahun sebelum tragedi
Video yang dibagikan di media sosial menunjukkan Agrawal merencanakan perayaan ulang tahun Goyal yang rumit menjelang ulang tahunnya yang ke-20 pada 19 Juni.
Kerabat mengatakan dia menghabiskan hampir satu bulan untuk merencanakan acara tersebut dan ingin menjadikan acara tersebut spesial untuknya.






















