Home Opini Messi atau Ronaldo? Studi menghubungkan preferensi dengan kecenderungan politik

Messi atau Ronaldo? Studi menghubungkan preferensi dengan kecenderungan politik

3
0


Lionel Messi dari FC Barcelona, ​​​​kanan, beraksi bersama Cristiano Ronaldo dari Juventus pada 8 Desember 2020 / Reuters-Yonhap

Pilihan antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo bisa mengungkap lebih dari sekedar siapa yang disukai penggemar. Hal ini juga bisa mencerminkan kecenderungan politik dan sifat psikologis mereka, menurut sebuah studi baru.

Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Saifuddin Ahmed dari Nanyang Technological University di Singapura menganalisis hubungan antara preferensi bintang sepak bola dan nilai-nilai individu. Studi pracetak, yang baru-baru ini diterbitkan di gudang SSRN, mensurvei 10.661 orang dewasa di 26 negara.

Penelitian ini belum ditinjau oleh rekan sejawat, dan tim berencana melakukan penelitian lanjutan untuk menganalisis penyebab spesifik dari hubungan ini.

Dalam studi pendahuluan, para peneliti bertanya kepada peserta apakah mereka lebih menyukai Messi atau Ronaldo dan menilai kecenderungan politik mereka sebagai liberal atau konservatif. Tim juga menilai berbagai faktor, termasuk usia, harga diri, dan kebiasaan konsumsi berita.

Di 26 negara, responden liberal cenderung menyukai Messi, sedangkan responden konservatif cenderung menyukai Ronaldo. Asosiasi ini semakin kuat di kalangan generasi muda dan melemah seiring bertambahnya usia.

Secara nasional, responden menyukai Ronaldo di 11 negara dan Messi di delapan negara, termasuk Korea. Tujuh negara sisanya tidak menunjukkan preferensi yang jelas antara kedua atlet tersebut.

Gambar yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan

Para peneliti juga mengkonfirmasi perbedaan nyata dalam penggunaan media dan profil psikologis. Peserta yang mengonsumsi berita di TikTok dan Instagram cenderung menyukai Ronaldo. Demikian pula, responden dengan harga diri yang lebih tinggi cenderung lebih memilih Ronaldo.

Ahmed mengatakan citra publik kedua atlet yang berbeda memainkan peran penting dalam perpecahan ideologi ini.

“Messi umumnya dikaitkan dengan citra yang lebih tenang dan berorientasi pada tim, sementara Ronaldo dipandang sebagai individu yang sangat ambisius dan menunjukkan pencapaian pribadi,” kata Ahmed. “Masyarakat mungkin tertarik pada figur publik yang lebih selaras dengan nilai-nilai mereka.”

Para peneliti menunjukkan bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi bintang sepak bola lebih dari sekadar selera dan dapat dikaitkan langsung dengan karakteristik politik dan psikologis seseorang.

Artikel dari Kormedi.com, portal perawatan kesehatan dan pengobatan terkemuka di Korea, diterjemahkan oleh sistem AI generatif dan diedit oleh The Korea Times.