Home Opini Damaskus berupaya meyakinkan Beirut ketika Trump mendorong Suriah untuk menghadapi Hizbullah

Damaskus berupaya meyakinkan Beirut ketika Trump mendorong Suriah untuk menghadapi Hizbullah

4
0


Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menyarankan untuk mempercayakan tanggung jawab hubungan dengan Hizbullah kepada Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, sehingga menghidupkan kembali ketakutan di Lebanon akan keterlibatan baru militer Suriah meskipun ada penolakan dari Damaskus.

Pernyataan Trump yang semakin eksplisit juga tampaknya bertentangan dengan bantahan yang sebelumnya disampaikan oleh utusan AS untuk Suriah, Tom Barrack, yang menampik laporan bahwa Washington telah menekan Damaskus untuk mengirim pasukan ke Lebanon dan menyebutnya “salah dan tidak akurat”.

Pernyataan terbaru disampaikan pada tanggal 21 Juni, ketika Trump mengatakan kepada Fox News bahwa ia kecewa dengan kegagalan Israel mengalahkan Hizbullah tanpa menyebabkan kehancuran yang luas.

“Mereka tidak dapat melakukan apa pun tanpa merobohkan bangunan,” kata Trump. “Saya akan menyerahkannya ke Suriah.”

Trump tidak menjelaskan apa yang dia maksud dengan “menyerah”, sehingga tidak jelas apakah yang dia maksud adalah operasi militer Suriah, mediasi politik, tekanan terhadap Hizbullah, kontrol perbatasan yang lebih ketat, atau kerja sama dengan negara Lebanon.

Namun komentarnya adalah yang terbaru dari serangkaian pernyataan publik yang menunjukkan bahwa Washington sedang mempertimbangkan untuk memberikan peran kepada Damaskus dalam hubungannya dengan kelompok Lebanon.

Pernyataannya memperkuat kesan bahwa Washington memandang Damaskus sebagai mitra potensial dalam upaya membatasi pengaruh Hizbullah di Lebanon.

Baca selengkapnya: Damaskus berupaya meyakinkan Beirut ketika Trump mendorong Suriah untuk menghadapi Hizbullah

Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa di Gedung Putih di Washington, 10 November 2025 (AFP/Sana)