“Jangan sentuh apa yang tidak bisa kamu kendalikan. Dapatkan hal-hal yang bisa kamu ubah. Satu-satunya hal yang bisa kamu kendalikan adalah dirimu sendiri.”
Kutipan yang diucapkan oleh anggota BTS Suga – lahir dengan nama Min Yoon-gi – saat keynote pidato grup Dear Class of 2020 yang ditonton secara luas telah menjadi salah satu nasihat artis Korea Selatan yang paling banyak dikutip dan bertahan lama. Bertahun-tahun setelah pertama kali diposting, pernyataan tersebut terus beredar luas di media sosial, di thread self-help, dan di kalangan penggemar BTS di seluruh dunia.
Arti dan relevansi
Sekilas, pesannya tampak sederhana. Perkataan Suga mendorong orang untuk mengarahkan energinya menjauh dari keadaan yang tidak dapat mereka pengaruhi dan menuju tindakan, sikap, dan keputusan yang tetap berada dalam kendali mereka. Di tengah ketidakstabilan politik, ketidakpastian ekonomi, dan gangguan digital yang terus-menerus, tips berikut ini menawarkan kerangka praktis untuk mengatasi kecemasan dan kekecewaan.
Namun kutipan tersebut memiliki bobot ekstra karena orang yang mengeluarkannya.
Mengapa kutipan itu begitu penting?
Sebelum menjadi salah satu musisi paling sukses di dunia, Suga mengalami kesulitan keuangan dan kesulitan pribadi selama bertahun-tahun. Dibesarkan di Daegu, Korea Selatan, ia mengejar karir musiknya meskipun mendapat tentangan dari keluarganya dan bekerja paruh waktu sambil mencoba memantapkan dirinya sebagai rapper dan produser. Selama bertahun-tahun magang di Big Hit Entertainment, dia menghadapi kesulitan keuangan yang signifikan dan kemudian secara terbuka mendiskusikan pengalamannya dengan depresi, kecemasan, dan gangguan obsesif-kompulsif.
Berbeda dengan banyak figur publik yang berbicara tentang ketekunan dalam istilah abstrak, filosofi Suga nampaknya berakar pada pengalaman hidup. Sepanjang karirnya – baik sebagai anggota BTS maupun sebagai artis solo dengan nama Agust D – ia berulang kali mengeksplorasi tema kesehatan mental, keraguan diri, ambisi, dan penerimaan dalam musik dan pernyataan publiknya.
Kutipannya tentang kendali mencerminkan pelajaran yang lebih besar yang telah menentukan sebagian besar perjalanan artistiknya: individu tidak selalu bisa mengendalikan keadaannya, namun mereka bisa mengendalikan bagaimana mereka meresponsnya.
Perspektif ini mungkin juga menjelaskan mengapa pernyataan tersebut mendapat tanggapan yang kuat dari masyarakat. Kehidupan modern sering kali mendorong orang untuk fokus pada hasil di luar pengaruhnya: kesuksesan profesional, pengakuan publik, keamanan finansial, atau kemunduran pribadi. Saran Suga menyarankan pendekatan yang berbeda: fokuslah pada upaya, pertumbuhan pribadi, dan pilihan yang tersedia pada saat ini.
Bagaimana kutipan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?
Penerapan praktis filosofi ini ternyata sangat sederhana. Seseorang yang khawatir dengan pasar kerja yang tidak dapat mereka kendalikan mungkin akan fokus pada peningkatan keterampilannya. Seorang siswa yang khawatir tentang hasil ujian mungkin fokus pada persiapan daripada hasil. Seseorang yang menghadapi kesulitan pribadi mungkin tidak dapat mengubah apa yang terjadi, namun mereka dapat menentukan bagaimana mereka melangkah maju.
Pelajarannya bukanlah untuk sepenuhnya melepaskan kendali. Sebaliknya, ini tentang mengenali batas-batas kendali dan menginvestasikan energi di tempat yang dapat memberikan dampak terbesar.
Suga sendiri sudah sering menerapkan prinsip ini. Meskipun mengalami cedera fisik, masalah kesehatan mental, dan tekanan ketenaran global yang luar biasa, ia terus mengubah dirinya sebagai pemain, produser, dan penulis lagu. Dia berulang kali mengakui ketidakpastian dan kesulitan saat memilih untuk fokus pada aspek-aspek kehidupan dan kariernya yang mampu dia bentuk.
Mungkin inilah sebabnya mengapa kutipan khusus ini bertahan lama setelah pertama kali diucapkan. Ini bukanlah janji kesuksesan atau jaminan kebahagiaan. Sebaliknya, hal ini menawarkan sesuatu yang lebih praktis: pengingat bahwa meskipun sebagian besar kehidupan masih berada di luar kendali kita, respons kita tidak pernah sepenuhnya berada di luar kendali kita.






















