Halo, para pembaca Middle East Eye,
Pesan yang beragam muncul mengenai masa depan diplomasi AS-Iran setelah Presiden Donald Trump menyarankan pertemuan besar dapat dilakukan di Doha, sementara Teheran membantah adanya rencana perundingan.
Iran mengatakan syarat-syarat untuk kesepakatan akhir belum terpenuhi dan menegaskan penerapan ketentuan-ketentuan utama dalam nota kesepahaman harus diutamakan.
Sementara itu, ketegangan masih terjadi terkait Selat Hormuz dan Perjanjian Kerangka Kerja Lebanon.
Berikut pembaruan terkini:
-
Trump mengatakan pertemuan di Doha terbukti penting dan menegaskan bahwa kemajuan sedang dicapai dalam upaya mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
-
Kementerian Luar Negeri Iran membantah laporan mengenai rencana pertemuan dengan Amerika Serikat, dan mengatakan hanya delegasi ahli yang akan melakukan perjalanan ke Doha untuk menindaklanjuti masalah terkait aset yang dibekukan.
-
Teheran mengatakan pihaknya belum memulai perundingan mengenai kesepakatan akhir dan penerapan beberapa ketentuan penting dalam memorandum tersebut masih merupakan prasyarat.
-
Para pejabat Iran memberi tahu Oman bahwa pengaturan navigasi di Selat Hormuz perlu diubah dan kondisinya tidak akan kembali seperti sebelum perang.
-
Iran telah menolak usulan Prancis terkait operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz, dan memperingatkan terhadap tindakan yang dianggap provokatif.
-
Presiden Iran Massoud Pezeshkian mengatakan negaranya telah menjadi kekuatan regional yang berpengaruh meskipun mengalami tekanan militer dan ekonomi selama berbulan-bulan.
-
Menteri Pertahanan Israel Yisrael Katz mengatakan tidak akan ada penarikan tambahan dari Lebanon selatan di luar dua wilayah percontohan sampai Hizbullah dilucuti.
-
The Washington Post melaporkan bahwa Amerika Serikat harus memainkan peran langsung dalam memantau kepatuhan terhadap perjanjian kerangka kerja Lebanon-Israel.
-
Komandan Centcom Laksamana Brad Cooper bertemu dengan para pejabat senior di Lebanon dan Israel ketika Washington memperluas keterlibatan diplomatik dan keamanan regionalnya.
-
Lalu lintas maritim di Selat Hormuz terus berlanjut meskipun terjadi ketegangan, sementara beberapa pemerintah dan otoritas maritim memantau perkembangannya dengan cermat.






















