Piala Dunia FIFA 2026 telah menghadirkan drama yang tak terlupakan, perubahan yang menakjubkan, dan comeback yang terlambat. Hanya tersisa delapan tim, dengan empat babak perempat final yang menarik untuk menentukan siapa yang paling mendekati hadiah terbesar sepak bola.
Eropa mendominasi babak 16 besar dengan enam wakil, sementara Afrika dan Amerika Selatan masing-masing memiliki tim yang masih mengejar kejayaan Piala Dunia.
Inilah yang diharapkan para penggemar dari setiap perempat final.
Prancis versus Maroko
Prancis dan Maroko bertemu lagi setelah semifinal Piala Dunia 2022 yang mengesankan, tetapi tim Maroko ini lebih kuat dan berpengalaman.
Juara Afrika ini tampil mengesankan sepanjang turnamen dengan sepak bola menyerang yang tak kenal takut dan rekor tak terkalahkan yang panjang. Mereka akan percaya bahwa mereka memiliki apa yang diperlukan untuk akhirnya mengalahkan Prancis.
Meski demikian, Prancis tetap menjadi salah satu favorit perebutan gelar. Dipimpin oleh Kylian Mbappé, mereka memadukan bintang berpengalaman dengan talenta muda menarik seperti William Saliba dan Michael Olise.
Ini menjanjikan salah satu pertandingan paling menghibur di perempat final.
Spanyol vs Belgia
Pertarungan ini akan mempertemukan pertahanan terbaik di turnamen melawan salah satu serangan paling berbahaya.
Belgia telah mencetak 13 gol sejauh ini, dengan Romelu Lukaku dan Leandro Trossard memainkan peran utama dalam penampilan menyerang mereka yang mengesankan.
Spanyol, pada bagiannya, belum kebobolan satu gol pun. Pertahanan disiplin dan gaya terorganisir mereka di bawah pelatih Luis de la Fuente menjadikan mereka salah satu tim yang paling sulit ditembus.
Tim mana pun yang memenangkan pertarungan taktis ini bisa menjadi salah satu favorit untuk mencapai final.
Norwegia vs Inggris
Ini bisa menjadi pertarungan individu terbesar di perempat final.
Erling Haaland dari Norwegia tak terhentikan, mencetak tujuh gol dalam empat pertandingan, termasuk dua gol melawan Brasil di babak 16 besar.
Kapten Inggris Harry Kane hanya tertinggal satu gol dalam perebutan Sepatu Emas dan terus tampil di momen-momen krusial.
Di luar pertarungan antara dua penyerang tersebut, pengalaman Inggris di tahap kompetisi ini bisa menjadi penentu, sementara Norwegia sedang menjalani Piala Dunia terbaik dalam sejarahnya.
Argentina vs Swiss
Argentina tetap menjadi favorit, namun perjalanannya sama sekali tidak nyaman.
Sang juara bertahan memerlukan waktu tambahan untuk mengalahkan Tanjung Verde sebelum melakukan comeback dramatis melawan Mesir setelah tertinggal dua gol di menit-menit tersisa.
Kapten Lionel Messi terus memimpin perebutan Sepatu Emas meski ada dua penalti yang gagal selama turnamen.
Swiss, sementara itu, diam-diam menjadi salah satu tim yang paling sulit dikalahkan. Mereka mencapai perempat final setelah menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti dan menunjukkan disiplin pertahanan yang baik sepanjang kompetisi.
Jika striker muda Johan Manzambi pulih dari cederanya, Swiss bisa memberikan ancaman yang lebih besar saat mereka kembali mengejar kejutan besar lainnya.
Empat pertandingan, skenario yang tak terhitung jumlahnya
Setiap perempat final menawarkan sesuatu yang berbeda. Prancis menghadapi Maroko yang percaya diri untuk membalas dendam, pertahanan kuat Spanyol menghadapi serangan Belgia, Haaland dan Kane bertarung untuk mencetak gol dan kejayaan, sementara Argentina mencoba mempertahankan pertahanan gelar mereka melawan tim Swiss yang tangguh.
Dengan pertaruhan tempat di semifinal, para penggemar dapat mengharapkan sepak bola berkualitas tinggi, pertarungan taktis yang intens, dan peluang untuk momen Piala Dunia yang lebih tak terlupakan.






















