Swiss memastikan tempat mereka di perempat final Piala Dunia FIFA setelah mengalahkan Kolombia 4-3 melalui adu penalti, namun mereka tahu bahwa mereka perlu menampilkan performa yang lebih kuat jika ingin menghentikan juara bertahan Argentina.
Kiper Gregor Kobel menjadi pahlawan di Vancouver, melakukan penyelamatan brilian untuk menggagalkan upaya penyerang Kolombia Cucho Hernandez dalam adu penalti. Penyelamatannya terbukti menentukan setelah pertandingan menegangkan yang berakhir tanpa gol setelah 120 menit.
Swiss mengkonversi empat penalti mereka melalui Granit Xhaka, Zeki Amdouni, Cedric Itten dan Ruben Vargas untuk mengamankan kemenangan bersejarah dan mencapai perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954.
Namun performanya sendiri menyisakan banyak pertanyaan.
Swiss kesulitan menciptakan peluang emas sepanjang waktu normal dan perpanjangan waktu. Serangan mereka kurang cepat dan kreatif tanpa striker Johan Manzambi yang cedera, salah satu pemain paling menonjol di turnamen ini dengan tiga gol dan dua assist. Vargas juga mulai dari bangku cadangan karena masalah kebugaran, meskipun ia kembali mencetak penalti kemenangan.
Swiss beruntung karena Kolombia gagal memanfaatkan peluang mereka. Sundulan bek Jhon Lucumi membentur mistar gawang, sementara pemain pengganti Jaminton Campaz menyia-nyiakan peluang emas di akhir perpanjangan waktu setelah kesalahan pertahanan yang dilakukan Xhaka.
Melawan Argentina, kesalahan seperti itu kemungkinan besar tidak akan dibiarkan begitu saja.
Dipimpin oleh kapten Lionel Messi, Argentina menunjukkan sepanjang turnamen bahwa mereka bisa menghukum kesalahan pertahanan terkecil sekalipun. Kualitas ofensif, pergerakan, dan pengalaman mereka akan menghadirkan tantangan yang jauh lebih berat dibandingkan Kolombia.
Pertahanan Swiss terorganisir sepanjang kompetisi, hanya kebobolan sedikit peluang, sementara Kobel terus tampil mengesankan di bawah mistar gawang. Kualitas-kualitas tersebut akan menjadi kuncinya lagi, namun mereka juga akan membutuhkan lebih banyak lagi dalam serangan mereka.
Menciptakan lebih banyak peluang, mempertahankan penguasaan bola di bawah tekanan, dan memanfaatkan peluang saat mereka muncul akan sangat penting jika tim asuhan Murat Yakin berharap bisa mengalahkan juara bertahan dunia tersebut.
Kemenangan dramatis mereka atas Kolombia memberi mereka tempat di delapan besar, namun jika Swiss ingin melanjutkan perjalanan mengesankan mereka di Piala Dunia, mereka perlu meningkatkan performa mereka saat menghadapi Argentina di perempat final.






















