Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa (EASA) mengeluarkan peringatan pada hari Selasa yang mendesak maskapai penerbangan untuk tidak beroperasi di Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab dan daerah dekat Teluk Oman.
Mengutip peningkatan risiko keamanan dari aktivitas militer regional, EASA mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “potensi penggunaan rudal, drone, pesawat tempur, dan sistem pertahanan udara menimbulkan risiko tinggi terhadap penerbangan sipil.”
Pekan lalu, badan tersebut mengeluarkan pedoman serupa untuk wilayah udara Iran, Irak dan Lebanon.






















