Home Opini Erdogan memuji netralitas Kurdi Irak selama perang Iran

Erdogan memuji netralitas Kurdi Irak selama perang Iran

3
0


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memuji Kurdi Irak karena tidak terlibat dalam perang AS-Israel melawan Iran.

Berbicara di Ankara pada hari Rabu, Erdogan memuji “saudara-saudara kita di wilayah Kurdi Irak” karena menolak terlibat dalam konflik dan tidak membiarkan wilayah mereka digunakan sebagai landasan serangan terhadap negara-negara tetangga.

“Konflik yang lebih besar yang dapat merugikan saudara dan saudari Kurdi kita telah dapat dihindari,” kata Erdogan, seraya menambahkan bahwa seiring berjalannya waktu, “akan menjadi lebih jelas betapa berdarah dan berbahayanya rencana yang kita gagalkan bersama sebagai orang Turki, Kurdi, Arab, dan Iran.”

Sepanjang serangan selama berbulan-bulan tersebut, para pejabat Kurdi secara terbuka berusaha menjauhkan diri dari perang tersebut, dan memperingatkan bahwa partisipasi mereka dapat menjerumuskan wilayah tersebut ke dalam kekacauan, meskipun terdapat banyak serangan di wilayah mereka oleh Iran dan sekutu Iraknya.

Pada awal Maret, beberapa hari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang melawan Iran, Trump mengatakan kepada Reuters bahwa dia akan mendukung pasukan Kurdi yang melancarkan serangan terhadap Iran. Hal ini terjadi ketika media melaporkan bahwa CIA mempersenjatai Kurdi.

Buletin MEE baru: Pengiriman dari Yerusalem

Daftar untuk mendapatkan berita dan analisis terkini
Israel-Palestina, bersama Turkey Unpacked dan buletin MEE lainnya

Berbicara kepada Middle East Eye pada bulan Maret, komandan Kurdi Irak Sirwan Barzani menampik laporan media Barat bahwa Kurdi Irak membantu warga Kurdi Iran melintasi perbatasan untuk melawan Iran.

Barzani mengatakan pasukannya tidak punya rencana untuk menyerang Iran, meski mereka jengkel dengan ratusan serangan Iran terhadap pangkalan mereka.

Beberapa pemimpin partai Kurdi Iran juga membantah kepada MEE bahwa mereka telah menerima senjata dari Amerika Serikat, setelah Presiden Donald Trump mengatakan Washington telah mengirimkan senjata kepada pengunjuk rasa Iran melalui suku Kurdi.

Turki telah lama memandang gerakan bersenjata Kurdi di wilayah tersebut sebagai ancaman terhadap keamanan nasional dan telah berulang kali memperingatkan terhadap upaya memobilisasi faksi Kurdi dalam konflik regional.