Ketika suhu meningkat di seluruh Eropa, orang-orang yang putus asa untuk menghindari gelombang panas yang menyengat menyerbu sebuah toko di Prancis untuk membeli kipas angin dan AC. Beberapa video yang beredar di media sosial memperlihatkan pemandangan kacau di sebuah toko di Chambray-lès-Tours, di mana puluhan pembeli mengantri di luar sebelum bergegas menuju pintu masuk saat penutup keamanan dibuka, The Sun melaporkan. Rekaman menunjukkan pelanggan berdesak-desakan, melewati kerumunan dan bergegas mengambil AC portabel dan kipas angin dari rak.
Perburuan untuk membeli perangkat pendingin semakin meningkat karena suhu di Eropa Barat terus memecahkan rekor. Beberapa saat setelah pembeli memasuki toko, rak-rak yang dipenuhi AC portabel dan kipas angin hampir seluruhnya kosong.
Lonjakan permintaan terjadi ketika Perancis, Spanyol dan beberapa negara tetangga berjuang melawan gelombang panas yang hebat, dengan suhu mencapai 104 derajat Fahrenheit (40 derajat Celcius) di beberapa wilayah.
Gelombang panas menjadi mematikan di Eropa
Periode panas ekstrem yang berkepanjangan telah memakan banyak korban jiwa di seluruh benua.
Menteri Olahraga Prancis Marina Ferrari mengatakan dalam sebuah postingan di X bahwa setidaknya 55 orang tenggelam di Prancis ketika banyak penduduk pergi ke sungai, danau, dan perairan lainnya untuk mencoba menghindari cuaca panas.
Salah satu insiden paling tragis melibatkan seorang anak laki-laki berusia tiga tahun di Saint-Gratien, dekat Paris. Pihak berwenang mengatakan anak itu masuk ke dalam mobil keluarga yang diparkir setelah ayahnya memintanya untuk tidur siang. Sistem keselamatan anak di kendaraan tersebut diduga diaktifkan, membuatnya terjebak di dalam karena suhu luar melebihi 85 derajat Fahrenheit.
Bocah itu ditemukan sekitar 45 menit kemudian, namun tim penyelamat tidak dapat menyelamatkannya.
Paris memberlakukan pembatasan alkohol karena rumah sakit menghadapi tekanan
Suhu panas yang tak henti-hentinya memberikan tekanan pada sistem layanan kesehatan di Perancis, sehingga menyebabkan pemerintah Paris memberlakukan pembatasan sementara terhadap penjualan dan konsumsi alkohol untuk membantu mengurangi keadaan darurat terkait panas.
“Kami mencapai titik jenuhnya struktur rumah sakit,” kata prefek polisi Paris Patrice Faure pada hari Kamis.
Pihak berwenang melarang minuman beralkohol di tempat umum mulai siang hari Jumat hingga jam 7 pagi pada hari Sabtu, dan pembatasan yang sama diperkirakan akan berlanjut dari Sabtu hingga Minggu. Penjualan alkohol untuk dibawa pulang juga akan dilarang mulai jam 6 sore. Jumat, meskipun bar dan restoran dikecualikan dari perintah tersebut.
Sekolah, pariwisata dan peternakan terkena dampaknya
Cuaca buruk telah mengganggu kehidupan sehari-hari di seluruh Eropa. Lebih dari 8.000 sekolah di Perancis terkena dampaknya, beberapa tempat wisata ditutup sementara dan ada laporan kematian ternak.
Di Spanyol, pemerintah setempat melaporkan sedikitnya 212 kematian terkait gelombang panas yang sedang berlangsung.






















