Korps Garda Revolusi Islam, meskipun mengklaim telah menghancurkan beberapa sasaran militer AS, mengatakan “kapal yang melanggar akan dibalas dengan kekuatan yang luar biasa”, menurut IRNA.
Pernyataan IRGC, menurut IRNA, berbunyi:
Unit angkatan laut dan ruang angkasa IRGC melakukan serangan rudal dan drone terkoordinasi. Mereka menargetkan dan menghancurkan delapan instalasi militer utama AS, termasuk pangkalan Ali Al-Salem di Kuwait dan markas Armada Kelima di Pelabuhan Salman di Bahrain.
Operasi tersebut digambarkan sebagai respons kuat terhadap tindakan militer Washington baru-baru ini terhadap Iran.
Perjanjian ini memperingatkan bahwa setiap kapal yang melanggar akan menghadapi tindakan yang lebih keras lagi dan bahwa setiap agresi musuh di masa depan, terlepas dari alasan atau pentingnya target, akan dibalas dengan kekuatan yang sangat besar.
Pernyataan tersebut juga mengingatkan musuh bahwa pelanggaran gencatan senjata bertentangan dengan Pasal 1 MoU Islamabad dan akan mengakibatkan terhentinya semua proses yang sedang berlangsung.
Musuh, yang memiliki sejarah sering melanggar perjanjian, melancarkan serangan terhadap lima posisi pesisir Iran pada Minggu pagi, mengklaim bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap tindakan Angkatan Laut IRGC terhadap kapal yang tidak patuh.
Berdasarkan ketentuan MoU, Iran bertanggung jawab mengatur lalu lintas di Selat Hormuz.






















