Anggota Parlemen Alexandria Ocasio-Cortez (AOC) menanggapi hal ini setelah Wakil Presiden JD Vance mengatakan dia yakin dia akan menjadi kandidat presiden utama dari Partai Demokrat pada tahun 2028, sehingga memicu spekulasi baru tentang masa depan politiknya.
JD Vance: “Itu pasti AOC”
Berbicara di The Michael Knowles Show, Vance ditanyai menurutnya siapa yang menurutnya akan menjadi calon dari Partai Demokrat pada pemilihan presiden 2028.
“Saya pikir itu pasti AOC,” kata Vance. “Saya tahu itu mungkin kesalahpahaman umum.”
Vance, yang secara luas dipandang sebagai calon presiden dari Partai Republik pada tahun 2028, tidak menjelaskan lebih lanjut mengapa dia yakin Ocasio-Cortez akan memimpin partai Demokrat.
AOC menjawab: “Saya harap dia juga kandidatnya”
Saat ditanya tentang ucapan Vance, Ocasio-Cortez menjawab dengan singkat namun tajam.
“Saya berharap dia juga akan menjadi kandidatnya,” katanya kepada wartawan.
Tanggapannya sepertinya menunjukkan bahwa dia akan menyambut kemungkinan pertarungan pemilu dengan Vance jika keduanya mendapatkan nominasi dari partainya.
AOC tidak mengecualikan fungsi-fungsi yang lebih tinggi
Pertukaran ini terjadi di tengah meningkatnya spekulasi mengenai apakah anggota Kongres New York berusia 36 tahun itu bisa mendapatkan jabatan yang lebih tinggi pada tahun 2028.
Dalam sebuah wawancara pada bulan Mei, Ocasio-Cortez menolak untuk mengesampingkan pencalonannya di Gedung Putih atau Senat AS di masa depan, dan malah menekankan bahwa prioritasnya lebih dari sekadar memegang jabatan terpilih.
“Mereka menganggap ambisi saya adalah meraih gelar atau kursi,” katanya. “Dan ambisi saya jauh lebih besar dari itu. Ambisi saya adalah mengubah negara ini.”
Dia menambahkan: “Presiden datang dan pergi. Kursi Senat, kursi DPR, pejabat terpilih datang dan pergi. Tapi layanan kesehatan dengan pembayar tunggal selamanya, upah layak selamanya, hak pekerja selamanya, hak perempuan, semua itu.”
Spekulasi mengenai tahun 2028 semakin meningkat
Meskipun baik Vance maupun Ocasio-Cortez belum mengumumkan rencana untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2028, keduanya semakin dipandang sebagai tokoh berpengaruh di partainya masing-masing, sehingga membuat mereka sering menjadi subyek spekulasi awal mengenai calon presiden.






















