Home Ekonomi Rabies masih menjadi ancaman serius di Bali dengan 34.561 gigitan hewan dilaporkan...

Rabies masih menjadi ancaman serius di Bali dengan 34.561 gigitan hewan dilaporkan dalam enam bulan

5
0


DENPASAR, Bali – Rabies masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Bali, dimana pihak berwenang mencatat 34.561 kasus gigitan hewan pada paruh pertama tahun 2026, rata-rata 205 insiden per hari, dan lima orang meninggal karena penyakit tersebut pada tahun ini.

Peristiwa terbaru terjadi di Banyuasri, Buleleng, tiga orang anak digigit anjing liar yang diduga mengidap rabies setelah diserang di lokasi berbeda dalam waktu satu jam. Kasus ini menambah kekhawatiran mengenai berlanjutnya penyebaran virus mematikan di pulau tersebut.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, ketiga anak tersebut diserang di lokasi berbeda sebelum hewan tersebut diduga tertular rabies.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr I Gusti Ayu Raka Susanti mengatakan, setiap laporan gigitan hewan segera ditangani oleh fasilitas kesehatan setempat sesuai dengan protokol pengendalian rabies yang telah ditetapkan.

“Setiap kasus gigitan ditangani oleh Puskesmas setempat, termasuk perawatan luka dan pemberian vaksin rabies (VAR) atau serum rabies (RAS) jika diindikasikan,” kata Raka.

“Kami juga berkoordinasi dengan dinas pertanian setempat untuk memastikan hewan yang terjangkit rabies ditangani dengan baik. Ini sudah menjadi prosedur standar penanganan rabies di fasilitas layanan kesehatan.”

Angka-angka terbaru menyoroti besarnya tantangan yang dihadapi pulau ini.

Sejak Januari hingga 19 Juni 2026, Bali mencatat 34.561 gigitan hewan yang mampu menularkan rabies. Di antara kasus tersebut, 26.106 korban menerima vaksin anti rabies sebagai tindakan pencegahan.

Badung mencatat jumlah gigitan tertinggi yang dilaporkan sebanyak 6.599 kasus, disusul Karangasem (4.403), Denpasar (4.214), Buleleng (3.930), Tabanan (3.864), Gianyar (3.834), Jembrana (3.408), Klungkung (2.485) dan Bangli (1.824).

Pejabat kesehatan mengatakan angka-angka ini berarti rata-rata 205 kasus gigitan hewan dilaporkan setiap hari di Bali.

Rabies juga telah merenggut lima nyawa di Bali tahun ini, hal ini menyoroti pentingnya mencari perawatan medis segera jika ada dugaan terpapar.

Apa yang harus dilakukan setelah digigit binatang

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan siapa pun yang digigit atau dicakar mamalia untuk segera mencuci luka secara menyeluruh dengan sabun dan air mengalir setidaknya selama 15 menit dan mencari pertolongan medis sesegera mungkin. Perawatan segera pasca pajanan, termasuk vaksinasi rabies jika diindikasikan, dapat mencegah perkembangan penyakit secara efektif.

Penafian: Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratannya, artikel ini mungkin mengandung sedikit ketidakakuratan dalam nama, lokasi, atau detail acara. Pembaca diundang untuk menghubungi tim editorial untuk klarifikasi apa pun.