Home Opini Serangan di Monaco: pihak berwenang mengeluarkan surat perintah penangkapan dan meminta pendapat...

Serangan di Monaco: pihak berwenang mengeluarkan surat perintah penangkapan dan meminta pendapat Interpol terhadap tersangka

5
0


Pihak berwenang yang menyelidiki ledakan bom parsel di Monaco mengeluarkan surat perintah penangkapan pada hari Kamis untuk orang yang dicurigai mendalangi serangan tersebut. Mereka juga meminta pemberitahuan merah (red notice) dari Interpol, sehingga memperluas pencarian melampaui kerajaan kecil di Mediterania, menurut Reuters.

Pengumuman ini muncul tiga hari setelah ledakan bom parsel di Monaco yang melukai tiga orang. Para penyelidik yakin ledakan itu adalah serangan yang ditargetkan terhadap seorang oligarki kelahiran Ukraina, dan bukan sebuah insiden kebetulan.

Pemberitahuan Merah Interpol meminta lembaga kepolisian di seluruh dunia untuk menemukan dan menangkap sementara tersangka sambil menunggu ekstradisi atau tindakan hukum lainnya. Ini bukan surat perintah penangkapan internasional dan tidak mewajibkan negara untuk melakukan penangkapan.

Media Perancis, dikutip oleh Reutersmengindikasikan bahwa tersangka utama adalah seorang wanita yang diyakini berada di luar Monaco dan negara tetangga Prancis. Pihak berwenang belum mengkonfirmasi identitas atau kewarganegaraannya dan mengatakan rincian lebih lanjut tentang penyelidikan akan dibagikan pada Jumat malam.

Baca juga | Berita perang AS-Iran LANGSUNG: AS memperingatkan Iran tentang rencana Israel untuk membunuh negosiator

Tersangka dilaporkan melarikan diri ke Prancis

Ledakan itu terjadi Senin malam di Monaco, salah satu negara terkaya dan terkecil di dunia. Meskipun pihak berwenang belum secara terbuka mengidentifikasi target yang dituju, para penyelidik yakin bom parsel tersebut ditujukan untuk seorang pengusaha kelahiran Ukraina. Reuters dilaporkan.

Setelah ledakan, pihak berwenang yakin tersangka melarikan diri dengan berjalan kaki menuju Prancis. Monaco berbagi perbatasan terbuka dengan Perancis, tanpa pemeriksaan perbatasan rutin antara kedua negara, sehingga orang dapat melintasi perbatasan dengan bebas.

Kemudahan melintasi perbatasan mempersulit penyelidikan, sehingga mendorong pihak berwenang memperluas pencarian secara internasional melalui Interpol. Penyelidik Perancis dan Monegasque kini bekerja sama untuk melacak pergerakan tersangka dan menentukan motif serangan tersebut.

Sejauh ini, pihak berwenang hanya merilis sedikit rincian tentang alat peledak tersebut atau keadaan pengirimannya. Mereka juga tidak mengatakan apakah mereka yakin ada orang lain yang terlibat dalam perencanaan atau pelaksanaan pemboman tersebut.

Baca juga | AS memperingatkan Iran atas rencana Israel untuk membunuh perunding utama Araghchi dan Ghalibaf

Ledakan memicu penyelidikan lintas batas

Dikenal dengan kasino mewahnya, Grand Prix Formula 1, dan penduduknya yang makmur, Monaco umumnya dianggap sebagai salah satu tujuan teraman di Eropa. Insiden kekerasan seperti ini jarang terjadi, sehingga ledakan hari Senin ini menjadi sangat tidak biasa.

Menurut Reuterspihak berwenang tetap bungkam mengenai beberapa aspek penyelidikan, termasuk identitas tersangka sasaran dan apakah serangan tersebut dapat dikaitkan dengan motif pribadi, komersial, atau geopolitik.

Keputusan untuk meminta Red Notice dari Interpol menandai peningkatan signifikan dalam pencarian tersangka, sehingga memungkinkan pasukan polisi dari negara-negara anggota Interpol untuk mengidentifikasi dan menahan sementara individu tersebut jika ditemukan.

Penyidik ​​diharapkan memberikan perkembangan seiring berjalannya penyidikan. Untuk saat ini, Reuters melaporkan bahwa pihak berwenang sedang berupaya menemukan tersangka, mengumpulkan peristiwa-peristiwa yang menyebabkan ledakan dan menentukan siapa yang merencanakan serangan itu dan alasannya. Investigasi berlanjut dan pihak berwenang belum mengumumkan penangkapan atau merilis bukti tambahan.